News Update

Mastercard Komitmen Terus Hadir di Indonesia Pasca GPN

Jakarta — Perusahaan tekonologi jaringan pembayaran Mastercard berkomitmen untuk tetap hadir di Indonesia setelah peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Bank Indonesia (BI) pada akhir tahun lalu. Dengan penerbitan GPN, banyak yang mempertanyakan bagaimana kelanjutan bisnis perusahaan teknologi pembayaran yang telah ada di Indonesia sejak tahun 1990 ini.

Director Mastercard Indonesia Tommy Singgih menyatakan Mastercard kan terus mengikuti dan mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Dirinya juga mengatakan Mastercard siap apabila diberikan kesempatan untuk bisa berperan lebih dalam mendukung program-program pemerintah ke depannya. Apalagi regulator telah menyatakan perusahaan switching asing memiliki kesempatan untuk ikut berperan dalam GPN.

“Banyak hal yang bisa dilakukan dengan switching lokal. Secara teknis Mastercard bisa ambil bagian di GPN, namun kami melihat arahan dari regulator. Tentunya kami bisa jalin kerjasama ke arah sana,” ujar Tommy. Senin (27/8) di Jakarta.

Selain itu, Mastercard juga menunjukkan komitmen sebagai mitra di Indonesia melalui dukungannya terhadap perhelatan Asian Games 2018 yang saat ini tengah di gelar di Indonesia. Dengan jumlah pengunjung sekitar dua juta orang dari domestik maupun internasional Mastercard berupaya memberikan fasilitas dalam kemudahan bertrasaksi terutama dari segi pembayaran.

Baca juga: BI: Implementasi GPN Hemat Biaya Transaksi Rp17,77 Miliar Perhari

“Mastercard sebagai teknologi payment company dengan inovasi-inovasinya bisa memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bertransaksi. Jadi ini yang kita kedepankan.” Terang Tommy.

Mastercard juga telah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Wanita Pengusaha Indonesia Pusat (IWAPI) dalam mensosialisasikan pembayaran non tunai untuk keperluan bisnis.

Tidak hanya dari segi bisnis, Tommy mengatakan Mastercard juga turut berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dengan mendorong penggunaan transaksi non tunai sesuai yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya dengan mengembangkan teknologi QR system code.

Tommy mengklaim melalui teknologi ini biaya yang dikeluarkan penerbit fasilitas pembayaran juga menjadi lebih murah bila dibandingkan harus membeli mesin EDC seharga US$ 200-US$ 300 per mesin. Meski demikian menurut Tommy Mastercard tidak bisa berjalan sendiri. Infrastruktur sistem pembayaran harus dibangun oleh karena itu, keterlibatan pemerintah pusat, daerah kemudian juga penyedia jasa teknologi juga sangat diperlukan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Sebelumnya Mastercard juga mendukung pemerintah dalam meningkatkan aspek pariwisata di indoneisa dengan meluncurkan Global Muslim Travel Index (GMTI). Melalui kegiatan ini, Indonesia bisa mengetahui berbagai kebiasaan turis asing di Indonesia seperti jumlah dana yang dihabiskan. (Dicky F Maulana)

Risca Vilana

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago