KB Bukopin catatkan kinerja positif di kuartal I-2023. Foto: Istimewa.
Jakarta – Bank KB Bukopin terus melakukan perbaikan kinerja pasca masuknya pemegang saham pengendali baru, KB Kookmin.
Perbaikan tersebut salah satunya ditandai dengan capaian Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Kuartal-III 2021 yang mencapai Rp53,2 triliun, tumbuh 9,7% yoy (year-on-year). Jika diakumulasikan sejak Januari hingga September 2021, DPK meningkat 26,7%.
“Pertumbuhan DPK ini menunjukkan bagaimana kembalinya kepercayaan kepada KB Bukopin yang kemudian kembali mendorong masyarakat untuk menempatkan dana di KB Bukopin,” jelas Helmi Fakhrudin, Operation Director KB Bukopin pada paparan virtualnya, Jumat, 17 Desember 2021.
Dari sisi laba, KB Bukopin memang masih merugi sebesar Rp361 miliar per September 2021. Meskipun demikian, angka ini tercatat membaik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang ruginya mencapai Rp1,1 triliun.
Adapun menurunnya perolehan perseroan juga tidak lepas dari penyaluran kredit yang mencapai Rp53,9 triliun, atau turun 8,5% yoy. Helmi menjelaskan hal ini dikarenakan oleh langkah perseroan untuk melakukan reposisi struktur kredit.
“Untuk kemudian lebih fokus pada kredit segmen segmen yang memiliki imbal hasil lebih baik dan struktur lebih baik melalui retail, SME dan lainnya,” ujarnya.
Ke depan (2022), KB Bukopin bersama pemegang saham barunya akan terus melakukan perbaikan. Adapun saat ini KB Kookmin menjadi pemegang saham pengendali dengan 67% saham. PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) memegang 1% saham dan 32% saham sisanya dimiliki oleh publik. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More