Market Update

Masih Loyo, IHSG Ditutup Turun ke Level 7.253

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (8/7) ditutup turun ke level 7.250,97 atau melemah hingga 0,03 persen dari pembukaan perdagangan tadi padi yang dibuka berada di level 7.253,50.

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 256 saham terkoreksi, 318 saham menguat, dan 223 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,85 miliar saham diperdagangkan dengan 1,27 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,76 triliun. 

Kemudian, beberapa indeks mengalami pergerakan yang bervariasi, dengan IDX30 menguat 0,02 persen menjadi 452,34 dan Sri-Kehati menguat 0,49 persen menjadi 401,36. Sedangkan, LQ45 melemah 0,25 persen menjadi 904,33 dan JII melemah 0,06 persen menjadi 509,75.

Baca juga: Harga Saham BLES, ISEA, dan GOLF Kompak Menguat, Ada yang Sentuh ARA

Meski begitu, hanya terdapat tiga sektor yang mengalami pelemahan, di antaranya adalah sektor energi melemah 0,44 persen, sektor bahan baku tergelincir 0,22 persen, dan sektor keuangan melemah 0,20 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami penguatan, dengan sektor properti menguat 2,25 persen, sektor infrastruktur naik 1,55 persen, sektor non-siklikal meningkat 1,29 persen, sektor kesehatan menguat 1,27 persen.

Serta, sektor teknologi dan sektor siklikal menguat 1,21 persen, kemudian sektor industrial meningkat 1,17 persen, sektor transportasi menguat 0,19 persen. 

Baca juga: Kinerja Solid, Harga Saham TUGU Lanjutkan Tren Penguatan

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF).

Sedangkan saham top losers adalah PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

31 mins ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

2 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

3 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

3 hours ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

3 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

3 hours ago