Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (27/2) indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali dibuka terkoreksi ke level 7.273,58 atau melemah 0,14 persen dari level 7.283,82.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 335 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 27 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp237 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 107 saham terkoreksi, sebanyak 138 saham menguat dan sebanyak 256 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Berikut Sentimennya
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyatakan bahwa, IHSG secara teknikal hari ini diprediksi akan bergerak mixed dan menguat dalam rentang 7.250 hingga 7.330.
“Pada perdagangan Senin (26/2), IHSG ditutup turun 0,15 persen atau minus 11,27 poin di level 7.283,82. IHSG hari ini (27/2) diprediksi bergerak mixed dan menguat dalam range 7.250-7.330,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 27 Februari 2024.
Ratih menyoroti sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain adalah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan suku bunga tetap di level 6 persen berlaku sejak Oktober 2023, memicu IHSG melemah dalam empat hari beruntun.
“Pelaku pasar pekan ini juga mencermati angka inflasi nasional periode Februari 2024 yang berpotensi mengalami kenaikan di tengah lonjakan bahan pokok dan pangan,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Sebut Pasar Saham Masih Tangguh di Tengah Perlambatan Ekonomi Global, Ini Buktinya
Sementara, dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan belanja negara hingga Januari 2024 terealisasi senilai Rp184,2 triliun atau 5,5 persen dari pagu belanja APBN 2024 sebesar Rp3.325,1 triliun.
Di mana, alokasi belanja negara digunakan untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrim, akselerasi UMKM, bansos, pemilu, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan Proyek Strategis Nasional. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More