Keuangan

Masih Ada 15 Perusahaan Asuransi dengan Ekuitas di Bawah Rp150 M, Begini Solusi dari AAUI

Jakarta – Terkait pemenuhan modal minimum bagi perusahaan asuransi sebesar Rp500 miliar di 2026 dan Rp1 triliun, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut hingga saat ini masih terdapat sekitar 15 perusahaan yang memiliki modal di bawah Rp150 miliar.

Ketua AAUI, Budi Herawan mengatakan, bahwa jika nantinya ke-15 perusahaan tersebut tidak dapat memenuhi kebijakan pemenuhan modal minimum yang telah ditentukan. Salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan adalah konsolidasi atau merger.

“Kalau melihat nanti kebijakan mengarah ke arah tertentu saya yakin yang berada di papan bawah yang ekuitasnya masih di antara Rp100-150 (miliar) itu mau tidak mau (merger) mungkin ke arah sana,” ucap Budi kepada media di Jakarta, 2 Agustus 2023.

Baca juga: Begini Upaya 3 Asosiasi Bersinergi Dorong Peneterasi Industri Asuransi

Meski begitu, Budi menjelaskan bahwa, merger atau konsolidasi untuk perusahaan-perusahaan asuransi tersebut sebenarnya bukan berarti mereka tidak dapat bertahan untuk memenuhi modal tetapi memiliki fokus segmen yang berbeda-beda.

“Kita tetap memberikan masukan untuk teman-teman yang tadi saya katakan masih mempunyai atau berada di ekuitas Rp100-150 (miliar) ini juga bukan mereka tidak bisa survive tapi punya segmennya masing-masing,” imbuhnya.

Sehingga, berdasarkan hal itu, AAUI telah mengusulkan untuk melakukan penyesuaian ekuitas minimum dengan tahapan, dimana untuk perusahaan asuransi umum sampai dengan 31 Desember 2026 menjadi Rp250 miliar dari ketentuan awal Rp500 miliar.

Baca juga: Penetrasi Asuransi Syariah Masih Rendah, Prudential Syariah Siap Ambil Peluang

Adapun, pada data AAUI saat ini baru terdapat 25 perusahaan asuransi umum yang memiliki nilai ekuitas di atas Rp500 miliar dari 78 total perusahaan asuransi umum yang terdaftar. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

60 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

2 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

2 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

5 hours ago