Jakarta – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesty Basyir menegaskan bahwa vaksin virus corona bisa disuntikan meskipun belum berstatus halal. Hal tersebut mengemuka setelah pihaknya berdiskusi dengan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Pak Wapres arahannya cukup gembirakan. Kalau vaksin itu halal bagus, tapi kalau belum ada unsur Halal, dalam kondisi pandemi bisa diberikan vaksinnya. Ini akan menjadi tugas komisi fatwa untuk mensupport program vaksinaksi,” katanya, ketika menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.
Untuk lebih meyakinkan lagi, Bio Farma juga telah menemui Komisi Fatwa serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membahas terkait masalah tersebut.
“Karena isunya sangat sensitif, kami sudah lakukanaudiensi dengan Wapres sekaligus ketua MUI, pihak BPOM dan komisi fatwa,” jelasnya.
Meski begitu, Honesty menegaskan, Bio Farma akan terus berupaya untuk menciptakan vaksin yang aman disuntikan ke masyarakat serta menjaga kehalalan vaksin yang akan diproduksi perseroan. (*)
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More