Jakarta – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesty Basyir menegaskan bahwa vaksin virus corona bisa disuntikan meskipun belum berstatus halal. Hal tersebut mengemuka setelah pihaknya berdiskusi dengan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Pak Wapres arahannya cukup gembirakan. Kalau vaksin itu halal bagus, tapi kalau belum ada unsur Halal, dalam kondisi pandemi bisa diberikan vaksinnya. Ini akan menjadi tugas komisi fatwa untuk mensupport program vaksinaksi,” katanya, ketika menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.
Untuk lebih meyakinkan lagi, Bio Farma juga telah menemui Komisi Fatwa serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membahas terkait masalah tersebut.
“Karena isunya sangat sensitif, kami sudah lakukanaudiensi dengan Wapres sekaligus ketua MUI, pihak BPOM dan komisi fatwa,” jelasnya.
Meski begitu, Honesty menegaskan, Bio Farma akan terus berupaya untuk menciptakan vaksin yang aman disuntikan ke masyarakat serta menjaga kehalalan vaksin yang akan diproduksi perseroan. (*)
Poin Penting Laba bersih Astra International turun 3,34% menjadi Rp32,76 triliun pada 2025, seiring pendapatan… Read More
Poin Penting Askrindo Tarakan dan HIPMI Tarakan menandatangani MoU untuk penyediaan layanan asuransi umum, suretyship,… Read More
Poin Penting Biodiesel hemat devisa Rp720 triliun dan turunkan emisi 228 juta ton CO₂ sepanjang… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,31% ke level 8.209,32 pada perdagangan sesi I, belum mampu rebound.… Read More
Poin Penting Anggota Aprindo menegaskan selalu patuh terhadap semua aturan dan prosedur lokal saat membuka… Read More
Poin Penting Bank Jambi menelusuri gangguan sistem yang menyebabkan kerugian nasabah dan menurunkan tim audit… Read More