Categories: Nasional

Masalah PHK Bakal Pukul Popularitas Jokowi

Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan masih berlanjut. Berdasarkan data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) angka PHK di Indonesia sudah mencapai 17 ribu lebih. Pemerintah diharapkan dapat mengatasi maraknya PHK di perusahaan-perusahaan.

Namun demikian, menurut pengamat ekonomi Indosterling Capital, William Henley, sejauh ini pemerintah dinilai belum sigap dalam mengatasi terjadinya gelombang ribuan PHK di Indonesia pada tahun ini. Besarnya jumlah PHK menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

Dia mengungkapkan, jika pemerintah tidak bisa menangani permasalahan PHK, maka dalam kedepannya dapat berdampak buruk terhadap upaya perbaikan ekonomi nasional sekaligus memukul popularitas Joko Widodo (Jokowi) di mata publik. Oleh sebab itu, pemerintah harus mengatasi persoalan ini.

“Meski pemberitaan seputar PHK ini mampu diredam oleh lahirnya sejumlah kasus besar di negeri ini namun sesungguhnya persoalan ini harus tetap menjadi perhatian serius dari pemerintah,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2016.

Dia menambahkan, maraknya aksi PHK yang di lakukan perusahaan di Indonesia, membuat optimisme pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjadi terkendala. Penurunan harga BBM pada awal tahun ini, dianggap tidak akan berdampak signifikan ketika laju PHK tak bisa diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.

Sedangkan terkait dengan wacana memberikan insentif bagi industri padat karya berupa keringanan pajak penghasilan dan tax allowance, sudah saatnya diberlakukan. Dia mengibaratkan kondisi yang terjadi sekarang sudah tergolong panggilan darurat yang harus segera dituntaskan dan dicarikan jalan keluarnya.

“Setidaknya ada lima industri padat karya yang perlu diberikan insentif tersebut, yaitu mebel, garmen, tekstil, mainan, dan alas kaki,” ucap William. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

3 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

9 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

9 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

10 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

14 hours ago