Risiko Likuiditas Perbankan Meningkat, BTN Sebut LDR di Atas 93% Masih Aman
Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memutuskan untuk mempertahankan dan memperpanjang masa tugas Maryono sebagai Direktur Utama (Dirut) BTN.
Berdasarkan sumber Infobank dalam RUPST BTN, di Jakarta, Jumat, 17 Maret 2017, Maryono diputuskan kembali memimpin BTN. Hal ini dinilai sejalan dengan kinerja Maryono yang berhasil membawa BTN lebih baik. Pria kelahiran Rembang tahun 1955 itu memang baru satu periode memimpin BTN.
Sebelumnya, Maryono juga cukup sukses membenahi PT Bank Mutiara selama periode November 2008 – Desember 2012. Maryono yang saat itu tengah berambisi membenahi Bank Mutiara, kemudian dipercaya oleh Kementerian BUMN untuk memimpin bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan tersebut.
RUPST juga memutuskan untuk mengangkat Budi Satria dan Nixon LP Napitupulu serta R. Mahelan Prabantarikso sebagai anggota dewan direksi BTN yang baru.
Kinerja BTN sepanjang 2016 memang cukup ciamik. Bank yang fokus di bisnis perumahan ini mengantongi laba bersih Rp2,62 triliun pada tahun lalu, atau naik 41,49 persen dibanding Rp1,85 triliun pada 2015. Perolehan laba ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sebesar 18,34 persen dari Rp138,95 triliun menjadi Rp164,44 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More