Categories: Perbankan

Maryono BTN, Dukung Holding Bank BUMN

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong bank-bank BUMN untuk saling bersinergi. Salah satu sinergi yang dilakukan yakni dengan rencana pembentukan induk bank BUMN (holding). Langkah ini menjadi penting untuk mendongkrak daya saing bank-ban BUMN di pasar bebas ASEAN.

Rencana ini juga sejalan dengan empat bank BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), yang masih kalah dari segi aset dengan bank-bank asing dari Malaysia atau Singapura.

Ide penggabungan bank-bank pelat merah dianggap pelaku perbankan menjadi sesuatu yang positif. Menurut Direktur Utama BTN, Maryono, pihaknya mendukung kebijakan holding bank pelat merah tersebut. Pasalnya, lewat pembentukan induk bank BUMN atau holding, maka dari segi keuangan akan lebih efisien.

Kan (kebijakannya) sudah disiapin untuk holdingnya perbankan BUMN. Nantinya, empat bank ini akan dibentuk satu holding. Nah, holding ini adalah untuk efisiensi,” ujar Maryono di Jakarta, Senin, 1 Februari 2016.

Diharapkan empat bank BUMN ini bisa berkoordinasi satu sama lain melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Terlebih, Kementerian BUMN terus mendorong pembentukan holding bank BUMN dengan cara meminta keempatnya mulai menciptakan produk-produk bersama yang diawali dengan ATM Himbara.

“Sebelum ada holding-nya ini, kami sudah bersatu dalam Himbara. Bagaimana kami melakukan efisiensi, antara lain banyak alternatif-alternatif untuk menurunkan suku bunga, itu lewat Himbara. Ini untuk menghadapi pasar bebas,” tukas Maryono.

Di tempat yang sama, Ketua Sub-Komite Corporate Gobernance, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Jos Lukuhay, sepakat dengan adanya holding BUMN. Kebijakan holding dan juga sinergi dianggap sangat penting agar tercapai efisiensi dan dan daya saing yang memumpuni.

“Kita bisa belajar dari Singapura dan Malaysia yang mempunyai holding BUMN yang kuat. Singapura ada Temasek Holdings sejak 1974 dan Malaysia ada Khazanah National Bhd sejsk 1993,” ucapnya.

Menurut dia, perkembangan BUMN Indonesia saat ini berada jauh di belakang loncatan Singapura dan Malaysia. Indonesia lebih mirip Thailand dan selangkah di belakang Filipina. “Singapura dan Malaysia bisa maju setelah mereka melakukan konsolidasi dan sinergi BUMN mereka,” paparnya

Untuk kasus Malaysia, kata dia, holding BUMN terutama di perbankan diputuskan hanya memiliki satu bank yang kuat, yakni Bank CIMB. “Ini bentuk konsolidasi yang diturunkan ke bawah dengan cara likuidasi, merger, dan internal acquisition,” tegas Jos.

Sebelumnya Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo pernah mengatakan, rencana holding bank BUMN masih harus dikonsultasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia memperkirakan, holding Bank BUMN akan lahir paling cepat 2018 mendatang.

Dengan pembentukan holding bank BUMN tersebut, nantinya Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN akan tergabung dalam Indonesian Bank Holding Company (IBHC) dengan kedudukan yang setara. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

View Comments

  • sepanjang masing masing Bank BUMN masih bisa mencetak laba..tidak perlu holding company..
    apakah menjamin dengan holding company dapat menghasilkan laba yang minimal sama dengan saat ini..

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

19 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

20 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

20 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

20 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

24 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

1 day ago