Rupiah Ditutup Melemah akibat Sentimen Utang dan Covid-19

Rupiah Ditutup Melemah akibat Sentimen Utang dan Covid-19

Jakarta– Dalam perdagangan sore hari ini (28/6) nilai tukar rupiah ditutup melemah 20 point  di level Rp14.445/US$ bila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya (25/6) di level Rp.14.425/US$.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pasar terus mencermati beberapa sentimen negatif dari perkembangan pandemi Covid-19 dan Informasi audit terbaru dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap utang Indonesia.

“Lonjakan kasus Covid-19 kembali mencetak rekornya pada pekan lalu. Tidak sekedar mencetak rekor, lonjakan tajam bahkan terjadi, rekor sebelumnya berada di kisaran 15.000 kemudian langsung pecah lagi di atas 20.000 kasus per hari,” kata Ibrahim melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Secara bersamaan, kabar audit terbaru BPK RI yang mengindikasikan kekhawatir bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa membayar utang. Pasalnya, rasio utang Indonesia terhadap penerimaan sudah tembus 369% atau jauh di atas rekomendasi International Debt Relief (IDR) sebesar 92-176% dan rekomendasi Dana Moneter Internasional IMF sebesar 90-150%.

“BPK khawatir hal ini membuat pemerintah kesulitan membayar utang negara. Masalahnya, tren penambahan utang dan biaya bunga sudah melebihi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan negara yang memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kemampuan pemerintah untuk membayar,” kata Ibrahim.

Sebagai informasi saja, hingga April 2021 Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah mencapai Rp6.527,29 triliun atau 41,18% terhadap PDB. BPK juga memberikan catatan terhadap indikator kesinambungan fiskal 2020 sebesar 4,27% yang telah melampaui batas yang direkomendasikan The International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI).

Leave a Reply

Your email address will not be published.