Lifestyle

Marak Kekerasan Terhadap Hewan, KPHI Dorong Edukasi Sejak Dini

Jakarta – Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap hewan masih minim. Efeknya, penyiksaan terhadap hewan jamak ditemui di media sosial. Mirisnya, Indonesia menempati urutan pertama paling banyak mengunggah video penyiksaan hewan. Untuk mengurangi tingkat kekerasan terhadap hewan itu, Koalisi Pecinta Hewan Indonesia (KPHI) Adrianus Hane pun menghimbau agar adanya edukasi sejak dini, mulai dari sekolah-sekolah.

Berdasarkan hasil studi kepada narapidana yang kejam, ditemukan kemungkinan besar pernah menyiksa hewan pada masa kecil. Merujuk studi di kepolisian Australis, 100 persen pelaku pembunuhan, dan kekerasan seksual yang diperiksa, pernah melakukan penyiksaan terhadap hewan. Selain itu, banyak catatan sejarah pembunuh berantai cenderung memulai kekerasan kali pertama terhadap hewan.

”Jadi, pelaku kekerasan terhadap hewan memiliki kecenderungan melakukan tindakan serupa kepada manusia,” ujarnya seperti dikutip 5 Juni 2022.

Adrianus mengaku tengah gencar berkampanye ke pemerintah agar edukasi soal hewan masuk sekolah. Bahkan telah menyiapkan modul buku untuk diberikan kepada pemerintah agar bisa masuk kurikulum. Selain itu, ledakan kasus penyiksaan hewan terjadi karena regulasi tidak bisa membuat efek jera terhadap pelaku. ”Dalam kitab UU hukum Pidana, sanksinya tidak berat, khususnya pasal 302,” ucapnya.

Pasal 302 mengatur pelaku penganiayaan hewan baik ringan maupun berat dapat dipidana maksimal 9 bulan, dan denda maksimal Rp400 ribu. Oleh karena itu, aturan harus diperbaharui agar menimbulkan efek jera.

Menyikapi persoalan ini, Startup Bubu+ (Startup Hewan Piaraan) pun menggelar webinar untuk menggugah kepedulian terhadap hewan. Sekadar informasi, acara event Ketupet alias Care to Your Pet itu, digeber Bubu+Vet untuk menyuarakan kepedulian terhadap hewan dibantu tiga agency mahasiswa dan mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Event itu, untuk membangun kesadaran, dan kepedulian masyarakat. Dengan kerangka One Health Bubu+, aplikasi memudahkan pencinta hewan dalam berkonsultasi mengenai hewan kesayangan dengan dokter-dokter hewan karena dokter hewan terbatas, terutama untuk daerah bukan kota besar.

Aplikasi Bubu+ juga dilengkapi fitur-fitur menarik, dan bermanfaat seperti Pet Taxi, fitur berguna sebagai jasa pengangkutan hewan antarkota. Bubupedia, berisi artikel mengenai informasi yang dibutuhkan pencinta hewan, dan banyak informasi lain seperti info adopsi, donasi, grooming, dan training. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ketika Pasal Karet Jadi “Hantu” Bankir dan Hadang Denyut Nadi Ekonomi

Oleh Mikail Mo, Direktur Research dari The Asian Institute for Law, Economic and Capital Market… Read More

51 mins ago

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

3 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

4 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More

4 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

15 hours ago