Headline

Marak Investasi Bodong, OJK Minta Masyarakat Lihat Izin

Jakarta–Maraknya investasi bodong yang terjadi belakangan ini dinilai akibat kondisi masyarakat yang belum tahu banyak tentang investasi. Berbagai kedok yang dilakukan oleh perusahaan investasi ilegal ini telah memakan korban banyak dan merugikan masyarakat yang nilainya hingga miliaran bahkan triliunan rupiah.

Banyaknya kelemahan masyarakat khususnya dari segi pemahaman akan investasi menjadi alasan utama para entitas bodong ini mudah menipu dengan operasional yang meyakinkan. Oleh sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar masyarakat bisa berhati-hati dalam memilih perusahaan investasi dan melihat dari aspek perizinannnya.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memilih perusahaan investasi yang memiliki izin jelas dari regulator, sehingga masyarakat tidak dirugikan seperti kasus-kasus investasi bodong yang terjadi sebelumnya.

“Upaya yang dilakukan selama ini sudah banyak sekali. Investasi bodong itu yang dilakukan secara ilegal, dalam artinya pihak yang kelola investasi tersebut tidak ada izinnya. Kalau punya izin akan diawasi dan itu tidak akan terjadi. Tapi pada saat kerugian di publik semua pihak akan melihat siapa yang akan bertanggung jawab,” ujarnya.

Belakangan Satgas Waspada Investasi OJK juga kembali menghentikan kegiatan 11 entitas yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. penghentian kegiatan usaha itu dilakukan karena dalam menawarkan produknya, entitas tersebut tidak memiliki izin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat.  (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

27 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

27 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

31 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

51 mins ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

55 mins ago

Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 jadi 4,7 Persen

Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More

1 hour ago