Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 23,54 poin atau 0,44% ke level 5.386,20 pada perdagangan Senin, 7 November 2016. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 3,95 poin atau 0,43% ke level 917,41.
Marak Aksi beli saham jadi pendorong laju indeks pada perdangan hari ini. Alhasil mayoritas sektoral saham di lantai bursa kompak ditutup naik.
Sembilan sektor saham terpantau menguat, hanya sektor industri dasar yang melemah sebesar 0,21%. Sektor tambang memimpin penguatan indeks sore ini sebesar 2,75% disusul sektor aneka industri sebesar 1,10%.
Perdagangan hari ini sendiri berlangsung ramai yang dipicu oleh marak aksi beli saham, dimana frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 310.884 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 10,994 miliar saham senilai Rp6,94 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 129 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp1.200 ke Rp16.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp575 ke Rp13.050, Lippo General Insurance (LPGI) naik Rp500 ke Rp4.690, dan United Tractors (UNTR) naik Rp425 ke Rp22.275.
(Baca juga : Debitor Rp1 Triliun Bakal Dimudahkan IPO)
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Gudang Garam (GGRM) turun Rp575 ke Rp66.475, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp475 ke Rp 5.025, Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp250 ke Rp 11.850, dan Gowa Makassar Tourism (GMTD) turun Rp200 ke Rp6.000. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak menguat pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan kenaikan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan Kamis… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,09% ke level 8.153,77 pada awal perdagangan 5 Februari 2026,… Read More
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat dan diperkirakan menguji area 8.328-8.527, meski tetap perlu mewaspadai potensi… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More