Manulife Rampungkan Akuisisi Schroders Indonesia, Perkuat Dominasi Manajer Investasi

Manulife Rampungkan Akuisisi Schroders Indonesia, Perkuat Dominasi Manajer Investasi

Poin Penting

  • Manulife Wealth & Asset Management resmi mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia dan memulai proses integrasi bertahap.
  • Akuisisi ini memperkuat skala, jaringan distribusi, serta kapabilitas investasi dengan menggabungkan kekuatan global dan lokal.
  • Total aset kelolaan gabungan berpotensi melampaui Rp170 triliun, memperkuat posisi sebagai pemain dominan industri.

Jakarta – Manulife Wealth & Asset Management resmi merampungkan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, setelah memperoleh seluruh persetujuan yang diperlukan, termasuk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyelesaian transaksi ini menandai dimulainya fase integrasi antara dua manajer investasi besar di Indonesia, yang akan dilakukan secara bertahap.

Selama masa transisi ini, MAMI dan Schroders Indonesia akan tetap beroperasi secara paralel dengan struktur masing-masing, sembari mempersiapkan proses penggabungan secara bertahap.

Manulife memastikan nasabah, mitra distribusi, dan karyawan akan mendapatkan informasi berkala terkait perubahan branding, produk, hingga operasional guna menjaga kesinambungan layanan.

Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife, Fabio Fontainha, mengatakan akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan di Indonesia.

“Langkah ini memperkuat posisi kami dengan skala yang lebih besar, kapasitas inovasi yang meningkat, serta wawasan global untuk memperluas solusi investasi,” ujar Fabio, dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.

Baca juga: MAMI Bagikan Tips Kelola Investasi Syariah

Perkuat Skala dan Kapabilitas

Melalui akuisisi ini, kekuatan distribusi dan jaringan global MAMI akan dikombinasikan dengan keahlian investasi lokal serta basis nasabah institusi milik Schroders Indonesia.

CEO & President Director MAMI, Afifa, menilai integrasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan yang kini memasuki usia ke-30 tahun.

“Ini bukan sekadar transaksi, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan kami dalam menghadirkan solusi investasi berkualitas dan memperkuat posisi di industri,” kata Afifa.

Baca juga: IHSG Pecah Rekor, MAMI Ingatkan Investor Tak Terjebak FOMO

Sementara itu, CEO & President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, menyebut penggabungan ini membuka akses terhadap sumber daya yang lebih luas serta peluang pertumbuhan baru.

Konsolidasi Industri Manajer Investasi

Sebelum akuisisi, MAMI telah dikenal sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai Rp124,3 triliun dan lebih dari 2,5 juta nasabah per akhir 2025.

Di sisi lain, Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp53 triliun dan memiliki rekam jejak panjang sejak 1991, termasuk jaringan distribusi yang kuat serta basis investor institusi.

Dengan penggabungan ini, total aset kelolaan gabungan berpotensi melampaui Rp170 triliun, memperkuat posisi entitas hasil integrasi sebagai pemain dominan di industri. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62