Manulife Prediksi Pasar Saham dan Obligasi Akan Terus Membaik di 2023

Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) meringkas outlook ataupun prospek untuk 2023 terutama di pasar saham dan obligasi diperkirakan akan mengalami selera investasi ke arah yang lebih positif karena berkurangnya tekanan kenaikan suku bunga.

“Jadi karena suku bunga Bank Indonesia (BI) sudah dekat mencapai puncaknya, kemudian ada harapan peningkatan aktivitas domestik karena ada pemilu di 2024,” ucap Director & Chief Investment Officer, Fixed Income, Katarina Setiawan dalam Market Outlook 2023 di Jakarta, 17 Januari 2023.

Ia menjelaskan bahwa, pemilihan umum (Pemilu) di tahun 2024 akan terjadi sangat besar dimana pemilu presiden, pemilu DPR dan DPRD, serta pilkada akan dilaksanakan secara sekaligus. Sehingga, budget untuk pemilu tersebut sangat besar senilai Rp110 triliun.

“Sebagian besar akan sangat mendorong daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi, membaiknya risiko nilai tukar seiring redanya penguatan us dollar sangat akan membantu pasar saham kita,” imbuhnya.

Sedangkan di pasar obligasi Katarina menjelaskan juga akan memasuki masa yang lebih kondusif, dimana siklus kenaikan suku bunga sudah mendekati puncak dan likuiditas domestik masih sangat kuat, dan terdapat saldo anggaran lebih yang sangat besar.

“Sehingga ini dapat mengurangi rencana penerbitan obligasi pemerintah. Dengan terbatasnya supply, maka harga lebih terjaga dan minat masuk ke pasar obligasi kita ini akan meningkat,” ujar Katarina.

Meski begitu, tetap masih ada beberapa risiko yang perlu dicermati, diantaranya adalah ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia, ketegangan di wilayah-wilayah lain antara China dan Amerika Serikat (AS), serta perlambatan perdagangan dengan adanya risiko resesi di beberapa belahan dunia. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

10 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

11 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

12 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

13 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

13 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

13 hours ago