Manulife Aset Manajemen Dorong Inklusi Reksa Dana Melalui 3i
Jakarta — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengaku terus berupaya mendukung dan meningkatkan angka inklusi keuangan, khususnya untuk produk reksa dana.
Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan angka inklusi keuangan di masyarakat dengan sistem Tiga I, yakni Insaf, Irit dan Investasi.
“Konsep tiga i pertama membuat orang insaf dimana susah membuat mengajari orang untuk mengenal reksa dana. Tantangan kedua irit, kita terus mengedukasi untuk kaum milenial agar irit, dan kalau udah irit yang terakhir investasi yang mencari instrumen yang dilakukan melalui reksadana,” jelas Legowo di Sampoerna Strategic Jakarta, Kamis 24 Mei 2018.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, MAMI Luncurkan Komik Juki
Legowo mengatakan, jumlah masyarakat Indonesia yang paham dan menggunakan produk reksa dana masih sangat minim. Hal tersebut tercermin dari hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat Indonesia yang paham pasar modal hanya 4,40% dan yang menggunakan produk pasar modal hanya 1,25%.
“Ironisnya sampai sekarang investor Reksadana dikit sekali 600 ribuan dan pasar modal secara umum juga. Padahal produk Reksadana merupakan instrumen yang membuat hartanya lebih optimal,” tambah Legowo.
Selain gencar melakukan edukasi, pihaknya juga terus berkerjasama dengan berbagai elemen masyarakat mulai dari universitas dan komunitas guna terus mengembangkan literasi tersebut.(*)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More