Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia di kuartal III 2022 mencapai Rp5.091,2 triliun dan secara harga konstan Rp2.976,8 triliun. Angka ini tumbuh 5,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, pertumbuhan tinggi ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,39% yoy atau berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2022 sebesar 2,81%.
“Bila dibandingkan kuartal III-2021 atau yoy, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 tumbuh 5,72%. Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 dibandingkan kuartal II-2022 tumbuh 1,81%,” ujar Margo Yuwono, Senin, 7 November 2022.
Sedangkan secara kumulatif, jelas Margo, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022 hingga triwulan III-2022 dibandingkan dengan triwulan III-2022 tumbuh sebesar 5,40%.
Kemudian, secara q-to-q pertumbuhan ekonomi triwulan III-2022 tumbuh melambat yang menunjukan pola musiman yaitu tumbuh 1,81%. Sedangakan secara yoy, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2022 semakin kuat dan menuju ke arah pemulihan sebesar 5,72%.
“Pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut dan semakin menguat, sejak triwulan IV-2021 tumbuhnya diatas 5%. Ini tentu saja merupakan capaian dan prestasi dari seluruh masyarakat Indonesia di tengah terpaan kondisi global yang semakin tidak menentu kita masih bisa menjaga pertumbuhan ekonomoi kita dan bahkan trennya menunjukan semakin menguat,” ungkapnya. (*) Irawati
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More