Keuangan

Mantap, Laba Jamkrindo Syariah Melonjak 272,55%

Jakarta – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) yang merupakan anak usaha dari PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sukses mengarungi tahun 2021 dengan kinerja positif. Hal itu terlihat dari perolehan laba bersih perusahaan yang tumbuh 272,55% year on year (yoy) dari Rp45,14 miliar di 2020 menjadi Rp168,16 miliar di 2021.

Menebalnya kantong laba JamSyar ditopang oleh bisnis penjaminan yang sangat baik. Total volume penjaminan selama 2021 mencapai Rp55,08 triliun atau tumbuh 170% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp32,40 miliar. Adapun total aset perusahaan naik 156% (yoy) menjadi Rp2,45 triliun.

Direktur Utama JamSyar Gatot Suprabowo mengatakan, ada dua kunci utama yang membuat kinerja JamSyar bisa cemerlang di 2021. Pertama, integritas dan loyalitas karyawan sebagai pondasi utama JamSyar. Kedua, perusahaan senantiasa menerapkan strategi yang tanggap dan adaptif terhadap perubahan.

“Alhamdulillah, pencapaian ini tak lepas dari teknologi infomasi yang unggul serta penguatan kompetensi SDM yang mendukung ekspansi usaha maupun peningkatan pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable,” tutur Gatot dikutip di Jakarta, 26 April 2022.

Dengan ekspansi yang kencang, rasio likuiditas JamSyar masih cukup terjaga di angka 192,3%. Sementara itu, gearing ratio total juga baru 27,34 kali. Angka tersebut masih jauh di bawah ketentuan batas maksimal gearing ratio lembaga penjaminan yang mencapai 40 kali.

“Dengan demikian, JamSyar masih mempunyai kelonggaran untuk melakukan ekspansi bisnis penjaminan pada tahun-tahun mendatang,” ujar Gatot.

Tahun lalu, rasio klaim tercatat masih terkendali di posisi 18,55%. Sedangkan untuk cadangan klaim yang dicadangkan mencapai Rp303,76 miliar. Gatot optimistis kinerja JamSyar akan terus tumbuh positif seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik pasca pandemi di 2022.

“Tahun 2022 menjadi momen yang ditapaki JamSyar dengan penuh percaya diri dengan kompetensi, loyalitas dan integritas untuk terus secure, survive, dan sustain di masa yang akan datang,” pungkasnya. (*) Dicky F. Maulana

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

12 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

14 hours ago