Perbankan

Mantap! Laba Danamon Melonjak 110% jadi Rp3,3 Triliun

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) membukukan kinerja positif sepanjang 2022. Tercatat sepanjang tahun 2022 Bank Danamon membukukan laba bersih konsolidasi setelah pajak Rp3,3 triliun atau tumbuh 110% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini merupakan rekor tertinggi Danamon selama 66 tahun menjadi bagian dari MUFG,” jelas Direktur Utama Bank Danamon, Yashusi Itagaki dalam Konferensi Pers, Rabu, 15, Februari 2023.

Penyaluran kredit tumbuh sebesar 12% yoy atau sebesar Rp146,7 triliun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kemudian, enterprise banking dan consumer banking portofolio meningkat 18% yoy, didukung oleh kolaborasi MUFG dan pendekatan segmentasi.

Direktur Keuangan Bank Danamon Muljono Tjandra menambahkan, pertumbuhan yang kuat pada tahun 2022 ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih dan penurunan biaya kredit. 

“Net Interest Margin kami naik 30 bps dibandingkan tahun lalu atau mencapai 8%. Sementara rasio cost of credit membaik 200 bps dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4%,” jelas Muljono.

Adapun, Adira Finance yang merupakan anak usaha perseroan juga mencatatkan pembiayaan baru meningkat sebesar 22% pada 2022. Sementara itu, jumlah piutang yang dikelola mencatatkan pertumbuhan sebesar 10%

Dari sisi dana murah atau CASA, Danamon juga membukukan pertumbuhan pada giro dan tabungan (CASA) sebesar 12% yang kini tercatat sebesar Rp81,3 triliun. Rasio CASA pun meningkat hingga 63,9% dari 59,1% pada tahun sebelumnya.

Selanjutnya, Non Performing Loan (NPL) sepanjang 2022 turun menjadi 2,6% atau membaik 10 bps dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didiukung NPL coverage rasio paling tinggi sepanjang sejarah Danamon 231,8%, naik 520 bps dari tahun lalu.

Sementara rasio LAR (Loan at Risk – termasuk restrukturisasi COVID still under forbearance) membaik (menurun) sebesar 340 bps YoY menjadi 12,6%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

2 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

4 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

5 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

5 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

5 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

5 hours ago