Pendalaman Pasar Keuangan, BI Cari Alternatif Pembiayaan Infrastruktur
Jakarta–Penggunaan dana haji untuk sektor infrastruktur dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya tersimpan di bank.
Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution pada acara “Kawasan Ekonomi Khusus: Tinta Kemerdekaan dari Pinggiran” di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.
Darmin menilai, dana haji merupakan dana yang disimpan dalam jangka panjang, sehingga akan lebih baik digunakan untuk hal produktif. “Yang pasti dana seperti ini kan besar, kalau ditaruh saja di deposito berapa bunganya hanya 5-6 persen. Kalau infrastruktur paling sedikit keuntungannya 12-13 persen. Itu profit-nya lebih gede,” jelas Darmin.
Baca juga: Penggunaan Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur Terus Dikaji
Darmin menambahkan, keuntungan akan lebih besar kalau diterbitkan obligasi yang dipakai untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. “Itu bukan pembiayan ditaruh begitu saja, harus dibuat surat obligasi sehingga akan menerima return sebulan pasti lebih tinggi dari Surat Utang Negara, bagi hasil atau saham.” Tambah darmin.
Sebagai informasi, hingga 2016 total dana haji yang terkumpul mencapai Rp95,2 triliun. Ada tiga model investasi yang dilakukan yaitu surat utang negara (SUN) sekitar Rp134 miliar. Kemudian untuk deposito berjangka syariah sebesar Rp54,57 triliun. Dan terakhir, diterbitkan surat berharga syariah negara Rp36,7 triliun.
Darnmin juga seakan membandingkan keadaan dalam negeri dengan Malaysia yang sudah lebih dulu menggunakan dana haji sebagai modal untuk proyek yang menguntungkan seperti investasi lahan pertanian. “Di Malaysia mengerjakan itu sejak dahulu, sekitar 20-30 tahun lalu. Dana hajinya dipakai ke infrastruktur. Tidak ke pasar modal saja,” paparnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK dorong pemerintah segera menerbitkan aturan relaksasi KUR bagi debitur terdampak bencana di… Read More
Poin Penting OJK optimistis IHSG tembus 10.000 akhir 2026, dengan catatan didukung fundamental ekonomi yang… Read More
Poin Penting OJK menilai penarikan dana SAL Rp75 triliun dari Bank Himbara tidak berdampak signifikan… Read More
Poin Penting Hingga November 2025, baru 115 dari 144 perusahaan asuransi dan reasuransi (79,86%) yang… Read More
Poin Penting Digital Realty Bersama menjalin kemitraan dengan APJATEL untuk mempercepat penguatan konektivitas dan ekosistem… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia MESKIPUN pada awalnya… Read More