News Update

Mandiri Terus Proses Utang 7-Eleven Lewat Penjualan Aset

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memproses penyelesaian utang entitas usaha PT Modern International Tbk, yakni PT Modern Sevel International (7-Eleven) melalui penjualan aset. Hal ini dilakukan seiring dengan semakin dekatnya jatuh tempo utang pemilik gerai 7-Eleven itu kepada Bank Mandiri.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengaku, pemilik gerai 7-Eleven tersebut memiliki utang sekitar Rp165 miliar yang akan jatuh tempo pada September tahun ini. Hingga saat ini perseroan masih melakukan pembicaraan dengan Modern Sevel International untuk langkah penyelesaian utangnya.

“Kami dorong lewat penjualan aset. Hanya sampai saat ini masih dibicarakan,” ujar Rohan ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Jumat, 18 Agustus 2017.

Sedangkan total kredit yang diberikan Bank Mandiri kepada Modern Internasional berkisar sebesar Rp240 miliar. Adapun status dari pinjaman tersebut hingga saat ini masuk dalam kategori macet. Selain Bank Mandiri, Modern Internasional juga memiliki utang kepada Bank CIMB Niaga, Bank Mayapada Internasional dan Standard Chartered Bank.

Kemampuan bayar dari Modern Internasional dikhawatirkan menyusul ditutupnya seluruh gerai penopang bisnis utama perseroan pada akhir Juni lalu. Mengacu pada laporan keuangan perusahaan per Maret 2017 total utang entitas anak perusahaan, Modern Sevel Indonesia terdiri atas utang jangka pendek senilai Rp238 miliar dan utang jangka panjang yang sebesar Rp358,72 miliar. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

22 mins ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

1 hour ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

1 hour ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

2 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago