Bank Mandiri; Ke kredit konsumer. (Foto: Erman)
Kondisi ekonomi yang melambat di semester pertama menyebabkan Bank Mandiri merevisi turun target kreditnya. Ria Martati
Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit konsumer 12%-14% tahun ini. Angka itu telah direvisi turun dari targetnya di awal tahun.
“Kita ada sedikit koreksi untuk consumer loan, kalau kartu kredit nggak ada yang berubah, tapi nggak terlalu banyak perubahannya. Pertumbuhan kita kurangin sekitar 2%, jadi di kisaran 12%-14%,” kata Direktur Konsumer Bank Mandiri Hery Gunardi di sela-sela Halal Bihalal dan Silaturahmi Dewan Komisioner OJK dengan pelaku industri jasa keyangan serta pegawai OJK di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.
Dia mengatakan, pelambatan pertumbuhan kredit konsumer terutama terjadi pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sementara Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) masih bisa tumbuh.
Sementara secara keseluruhan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri diperkirakan 13%-15%. Terpisah, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membantu mengantisipasi pelambatan kredit.
“Menurut saya bagus. Jadi menurut saya ini membantu sekali, supaya bisa lebih mengantisipasi perlambatan kredit. Jadi karena memang kondsii ekonomi sedang tidak menguntungkan. Jadi saya apresiasi sekali,” kata Budi di Jakarta akhir pekan lalu. (*)
@ria_martati
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More