Jakarta – Rencana PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split sudah mendapatkan lampu hijau dari pemegang saham.
Restu stock split didapat Mandiri lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan rasio 1:2.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan hal itu dilakukan agar saham perseroan lebih likuid untuk diperdagangkan. Sebelum melakukan pemecahan nilai nominal, ia mengungkapkan perusahaan akan merubah anggaran dasarnya terlebih dahulu.
“Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja positif serta melanjutkan transformasi menuju salah satu Bank terbaik di Asia Tenggara pada 2020,” kata Kartika di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.
Sebelumnya Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto menjelaskan tujuan dilakukannya pemecahan nilai nominal saham ini adalah agar investor ritel dapat lebih leluasa memiliki saham Bank Mandiri.
Sekedar informasi, sampai penutupan perdagangan saham hari ini, saham Bank Mandiri ditutup naik Rp100 ke Rp13.200. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More