Market Update

Mandiri Sekuritas Siap Bawa Emiten IPO dengan Free Float 15 Persen

Poin Penting

  • OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen, berlaku bagi seluruh emiten dan calon IPO.
  • Aturan ini diyakini meningkatkan likuiditas, kualitas emiten, dan daya tarik investor, serta memperkuat pasar saham.
  • Saat ini ada delapan perusahaan dalam pipeline IPO BEI, meski belum ada yang melantai hingga kuartal I 2026.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) resmi menetapkan kebijakan peningkatan porsi free float saham menjadi minimal 15 persen, dari sebelumnya 7,5 persen. Ketentuan ini berlaku bagi emiten yang sudah tercatat maupun calon emiten baru.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, memastikan calon emiten yang telah masuk pipeline penawaran umum perdana saham (IPO) akan mengikuti aturan baru tersebut.

“Ada yang sebelumnya free float di bawah 15 persen, kini harus menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Oki kepada media, dikutip 26 Februari 2026.

Baca juga: Bos Mandiri Sekuritas: Likuiditas, Transparansi, dan Free Float Jadi Kunci Tarik Investor Asing

Menurut Oki, penerapan batas minimum free float sebesar 15 persen akan meningkatkan kualitas dan fundamental perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan ini juga diharapkan memperluas pilihan investasi serta meningkatkan daya tarik saham bagi investor institusi maupun ritel.

“Kalau misalkan yang masuk (IPO) cuma sedikit, kan masalah tradability-nya itu kan jadi berisiko ya. Orang gak bisa trade nantinya di aftermarket, di secondary market,” imbuhnya.

Selain itu, dengan banyaknya perusahaan yang melakukan IPO, dengan kualitas fundamental yang baik juga dapat mendongkrak penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Tapi liquidity-nya pun juga, jadi makin banyak IPO-nya, makin high quality, makin besar, domestic institution makin masuk, foreign institution juga makin masuk, jadi rame. Market deepening-nya tuh jadi jauh lebih bagus,” ujar Oki.

Baca juga: BEI Ungkap 8 Perusahaan Antre Masuk Bursa, Didominasi Aset Jumbo

Pipeline IPO

Meski demikian, hingga pertengahan kuartal I 2026, belum ada satupun perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Namun, dalam pipeline BEI masih terdapat delapan perusahaan yang antre untuk IPO.

Rinciannya, sebanyak lima perusahaan termasuk ke dalam perusahaan dengan aset skala besar di atas Rp250 miliar, sementara tiga lainnya perusahaan dengan aset skala menengah Rp50-250 miliar.

Sedangkan dari sisi sektor, terdapat dua perusahaan dari sektor bahan baku dan dua perusahaan dari sektor keuangan.

Lalu sisanya, masing-masing berasal dari sektor non-siklikal, sektor energi, sektor industrial, dan sektor transportasi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

4 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

8 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

8 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

9 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

9 hours ago