Market Update

Mandiri Sekuritas Jadi Mitra Distribusi ORI028, Segini Imbal Hasilnya

Poin Penting

  • Mandiri Sekuritas dipercaya Kemenkeu sebagai mitra distribusi ORI028 dengan tenor 3 dan 6 tahun, menawarkan kupon tetap 5,35–5,65 persen per tahun.
  • Pembelian ORI028 terjangkau mulai Rp1 juta dengan maksimum Rp5 miliar (3 tahun) dan Rp10 miliar (6 tahun), kupon dan pokok dijamin negara.
  • ORI028 dapat dibeli di platform Growin’ hingga 23 Oktober 2025, dengan kupon pertama dibayarkan mulai 15 Desember 2025 secara bulanan.

Jakarta – PT Mandiri Sekuritas kembali dipercaya oleh Kementerian Keuangan RI sebagai salah satu mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 028 (ORI028).

SBN ORI028 ditawarkan dalam dua tenor atau jangka waktu investasi, yaitu ORI028-T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI028-T6 dengan tenor 6 tahun.

Obligasi tersebut memberikan kupon tetap yang cukup menarik, yaitu sebesar 5,35 persen per tahun untuk ORI028-T3 dan 5,65 persen per tahun untuk ORI028-T6.

Tidak hanya itu, ORI028 juga terjangkau dengan nilai pembelian minimal Rp1 juta. Untuk ORI028-T3, maksimal pembelian mencapai Rp5 miliar, sementara ORI028-T6 dapat dibeli hingga Rp10 miliar.

Baca juga: Mandiri Sekuritas Ramal Imbal Hasil Obligasi Capai 6 Persen di Akhir 2025

Direktur Retail Mandiri Sekuritas, Theodora Manik, menyatakan bahwa ORI028 merupakan pilihan diversifikasi investasi yang tepat untuk menjaga kestabilan fundamental dan kinerja portofolio dalam kondisi ekonomi dan politik yang dinamis, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini karena kupon dan pokok ORI028 dijamin oleh negara.

“ORI028 sesuai untuk para investor dari berbagai jenis profil risiko karena cukup stabil dan menawarkan imbal hasil yang kompetitif. Dalam kondisi ekonomi nasional dan global yang masih menantang, ORI028 adalah pilihan yang tepat untuk memperkuat fundamental investasi jangka panjang,” kata Theodora dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 29 September 2025.

Baca juga: Nilai Transaksi Mandiri Sekuritas Tembus Rp414 Triliun, Kuasai 10 Persen Pangsa Pasar Modal

Adapun, dengan membeli produk ORI028, masyarakat tidak hanya berinvestasi tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan negara, karena sebagian dana akan digunakan untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, ORI028 menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan deposito serta pajak yang lebih rendah.

Sebagai informasi, ORI028 dapat mulai dibeli melalui platform Growin’ sejak Senin, 29 September hingga 23 Oktober 2025. Pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 15 Desember 2025, dan selanjutnya setiap tanggal 15 setiap bulannya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

13 mins ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

13 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

14 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

20 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago