Mandiri Optimis Migrasikan Kartu Debit Sebanyak 50% Ke Chip
Jakarta– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Mandiri) mengaku akan migrasikan kartu debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke kartu berteknologi chip untuk mencegah pembobolan dana nasabah melalui skimming di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Corporate Secretary Mandiri Rohan Hafas menyebut, program migrasi kartu tersebut juga untuk mematuhi aturan Bank Indonesia (BI).
“BI sendiri telah mengimbau untuk migrasi keseluruhan pada saat 2021 dan kita sudah jalankan. Kita berharap tahun ini bisa 45 persen hingga 50 persen,” ungkap Rohan Hafas di Plaza Mandiri Jakarta, 19 Maret 2018.
Sementara, SVP Consumer Deposit Mandiri Tri Laksito Singgih menyebut, hingga saat ini nasabah kartu debit yang telah menerapkan teknologi chip sudah sebesar 10 persen, namun untuk nasabah kartu kredit sudah secara keseluruhan.
Baca juga: Ini Cara Mandiri Antisipasi Tindakan Skimming
“Kalau sekarang posisi terakhir kemarin keseluruhan pemegang kartu debit 17 juta nasabah, dan yang sudah chip sebesar 1,5 juta, atau sekitar 10 persen,” tambah Singgih.
Sebagai informasi, Bank Indonesia sendiri menargetkan pada 2021 semua perbankan sudah menggunakan kartu transaksi berteknologi chip yang diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Cip Kartu ATM/Debit. Landasan hukum surat edaran itu adalah Peraturan BI No.14/2/PBI/2012 tentang National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS).(*)
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada awal pekan, dengan level support 7.084–7.191 dan resistance… Read More
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More