Outlet ATM Bank Mandiri; Siap migrasi chip. (Foto: Erman)
Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengklaim hampir seluruh mesin ATM-nya telah siap membaca kartu berteknologi chip.
SEVP-Chief of Technology Officer Bank Mandiri Joseph Georgino Godong mengatakan, saat ini Mandiri memiliki 17.341 mesin ATM dan hampir seluruhnya telah bisa membaca teknologi chip. Menurutnya Bank Mandiri telah berinvestasi untuk mesin ATM ready chip sejak tiga tahun lalu.
“Karena kan sekalian untuk produk e-money kita. Kan kartunya sudah chip, itu untuk top up e-money kan tinggal tempelkan saja, itu chip,” kata Georgino di kantornya, Jumat, 22 Januari 2016. Sementara untuk migrasi kartu menurutnya akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI).
Seperti diketahui, BI menetapkan tahapan-tahapan implementasi dan akan melakukan pengawasan terhadap bank. Tahapannya pada 30 Juni 2017, seluruh upgrade system selesai, pengadaan ATM/EDC baru wajib dilengkapi standar nasional chip, dan wajib menerapkan PIN enam digit pada kartu magnetic stripe. Kemudian pada 1 Januari 2019 minimal 30% kartu sudah harus menggunakan teknologi chip. Selanjutnya pada 1 Januari 2020 minimal 50% kartu sudah harus menggunakan teknologi chip. Pada 1 Januari 2021 minimal 80% kartu sudah harus berteknologi chip. Terakhir, pada 31 Desember 2021 seluruh kartu ATM/Debit dan terminal harus sudah berteknologi chip.
Tahun ini, Bank Mandiri mengalokasikan anggaran USD80 juta untuk IT termasuk di dalamnya untuk mengganti kartu teknologi magnetic stripe ke teknologi chip. (*) Ria Martati
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More