Mandiri Investasi Luncurkan Reksa Dana Saham Syariah

Jakarta – PT Mandiri Manajemen Investasi resmi meluncurkan Mandiri Global Sharia Equity Dollar. Produk ini merupakan produk Reksa Dana Saham Syariah berbasis efek syariah luar negeri pertama dari perusahaan manajer investasi nasional di Indonesia.

Sebelumnya, OJK mengeluarkan perturan Nomor 19/POJK.04/2015 tentang Penerbitan Dan Persyaratan Reksa Dana Syariah, dimana salah satu isi peraturan tersebut adalah dengan diperbolehkannya produk Reksa Dana Syariah berbasis efek syariah luar negeri untuk berinvestasi penuh pada pasar modal di luar negeri. Sebelumnya, Reksa Dana Saham Syariah hanya bisa berinvestasi maksimal 15% di luar negeri.

Muhammad Hanif, Direktur Utama PT. Mandiri Manajemen Investasi mengatakan, minat Investor terhadap Reksa Dana Syariah berbasis efek syariah luar negeri ini cukup besar.

Mandiri Global Sharia Equity Dollar merupakan produk Reksa Dana Saham syariah berbasis efek syariah luar negeri yang memiliki berbagai keunikan. “Dengan berinvestasi di Reksa Dana ini, Investor memiliki akses berinvestasi penuh di pasar saham global, sehingga Investor dapat melakukan diversifikasi investasi mereka ke pasar global untuk optimalisasi hasil investasi,” ujar Muhammad Hanif seraya menyebutkan bahwa Mandiri Global Sharia Equity Dollar merupakan alternatif instrumen investasi dalam denominasi US$ dan juga pilihan yang sesuai untuk investasi aset US$.

Dalam pengelolaan portofolio global, Mandiri Investasi akan berkolaborasi dengan perusahaan manajer investasi global terkemuka, J.P. Morgan Asset Management sebagai Technical Advisor dalam mengelola portfolio global Mandiri Global Sharia Equity Dollar. J.P. Morgan Asset Management akan memberikan masukkan kepada tim pengelola investasi di Mandiri Investasi dan juga memberikan akses riset global kepada Mandiri Investasi.

Muhammad Hanif menambahkan, portfolio Mandiri Global Sharia Equity akan dikelola secara aktif dengan tujuan untuk mendapatkan potensi imbal hasil dalam US$ yang menarik.

Steven Billiet, Chief Executive Officer J.P. Morgan Asset Management (Singapore) Limited mengatakan,  JP Morgan Aset Management  menjadi manajer aset asing pertama yang bermitra dengan manajer investasi nasional terkemuka seperti Mandiri Investasi. Sebagai Penasihat Teknis untuk Mandiri Investasi, J.P. Morgan Asset Management akan menyediakan akses terhadap keahlian global dan kemampuan risetnya dalam mengelola dana. “Kami berharap dapat turut berpartisipasi dalam pengembangan lebih lanjut industri aset manajemen di Indonesia seiring terbukanya pasar Reksa Dana lokal untuk aktivitas investasi internasional” ujar dia.

Selain itu, Mandiri Investasi juga menunjuk Citi Indonesia sebagai Bank Kustodian dari Mandiri Global Sharia Equity Dollar. Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia mengaku senang dapat memilki peran penting dalam peluncuran Reksa Dana Global Syariah yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi nasional pertama di Indonesia. “Peran sebagai Bank Kustodian sangatlah penting dalam mendukung produk-produk Reksa Dana terobosan ini, khususnya dalam memberikan akses terhadap pasar modal global. Penunjukkan ini juga mengukuhkan posisi kuat Citi di pasar modal Indonesia” ujarnya

Sementara, Imelda Sebayang, Securities Services Country Head Citi Indonesia mengatakan, peluncuran Reksa Dana ini merupakan sebuah terobosan bagi Indonesia. Produk ini, lanjutnya, menawarkan berbagai peluang baru bagi investor lokal untuk dapat mengakses berbagai pasar modal di seluruh dunia dengan mengoptimalkan dukungan Citi berupa rekam jejak dan keahlian di bidang Markets and Securities Services.(*)

Apriyani

Recent Posts

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

14 mins ago

Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja Revisi UU P2SK

Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More

1 hour ago

OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More

1 hour ago

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Aktifkan Lagi

Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More

2 hours ago

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

3 hours ago