Categories: Perbankan

Mandiri Incar Pendanaan Hingga USD1 Miliar di 2016

Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk benar-benar serius dalam menjaga likuiditasnya di tahun depan, agar tetap terjaga. Buktinya usai mencairkan pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai USD1 miliar, Bank Mandiri mengaku akan kembali mencari dana jangka panjang.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, setidaknya tahun depan Mandiri mengincar pinjaman berkisar USD500 juta hingga USD1 miliar. Kebutuhan dana tersebut juga bakal berasal dari bilateral loan.

“Jadi, tahun depan kami fokus ke bilateral loan. Karena bunganya juga sedang bagus,” kata Kartika, di Jakarta, Senin, 21 Desember 2015.

Namun Kartika belum bisa memastikan lembaga internasional yang memberi pinjaman itu. Yang jelas, bilateral loan jadi pilihan seiring dengan perlambatan kredit yang juga dialami di luar negeri, sehingga banyak lembaga keuangan mengucurkan investasi ke luar.

Soal pinjaman dari CDB, Kartika mengungkapkan, awalnya Mandiri ragu untuk langsung mencairkan seluruh pinjaman. Tapi pada kenyataannya, penarikan pinjaman dari CDB langsung direspon dengan peningkatan permintaan kredit.

Dari pinjaman CDB, lanjutnya, sebagian besar dana akan mengalir ke proyek infrastruktur di sektor oil and gas, lalu pembangunan smelter ke independence power producer (IPP).

Kartika pun meyakini, pertumbuhan kredit Bank Mandiri akan berada pada kisaran 11%-12%. Sementara, tahun depan Bank Mandiri mematok kredit pada level 13%. (*) Dwitya Putra

Paulus Yoga

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

11 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

12 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago