News Update

Mandiri Dorong Digitalisasi Bisnis ke Pelaku SME

Jakarta – Dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, Bank Mandiri terus mendukung upaya digitalisasi industri dalam negeri di sisi pengelolaan finansial melalui solusi integrated payment yang dapat dinikmati oleh seluruh segmen industri.

Terkait hal itu, perseroan berinisiatif bekerjasama dengan Harmony (penyedia layanan software akuntansi bisnis berbasis cloud) dalam penyelenggaraan acara Financial Tax Fair 2019 yang bertujuan mengedukasi nasabah segmen SME dan UMKM dalam hal strategi bisnis, penerapan teknologi transaksi terintegrasi serta perpajakan.

Senior Vice President Transaction Banking Wholesale Product Bank Mandiri Adinata Widia menjelaskan, inisiatif ini diharap dapat meningkatkan awareness para pelaku bisnis segmen SME terhadap tantangan revolusi industri 4.0 yang menuntut kesiapan si pelaku industri dalam menghadapinya salah satunya dengan penerapan digitalisasi pengelolaan keuangan.

“Semakin meningkatnya kualitas pengelolaan administrasi dan transaksi keuangan dalam mendukung usahanya, maka hal ini secara langsung akan memperkuat daya saing industri kecil dan menengah melalui efisiensi dan efektifitas bisnis dan finansial proses yang mereka miliki,” ujar Adinata Widia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.

Menurutnya, Mandiri akan berperan dalam penyediaan solusi integrated (host to host) payment dalam mendukung inisiatif tersebut, tentunya dengan strategi yang tepat agar dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku industri secara end to end salah satunya dengan bersinergi dengan perusahaan penyedia layanan software akuntansi berbais cloud.

Dalam implementasinya, lanjut dia, pelaku industri yang menggunakan layanan software akuntansi dari partner Mandiri akan langsung dapat melakukan aktifitas transaksi keuangan tanpa harus melakukan proses akses input lagi ke internet banking Mandiri.

“Mudah, langsung terhubung dan siap bertransaksi dengan Bank Mandiri. Hal ini juga sejalan dengan roadmap layanan integrated (host to host) payment Mandiri yaitu dengan memperluas scalability layanan khususnya ke segmen SME yang masih sangat potensial,” kata Adinata.

Di samping itu, nasabah tidak perlu khawatir terhadap adanya perbedaan fitur transaksi dengan internet banking perusahaan yang biasa dipakai karena fitur-fitur seperti transfer antar rekening di Mandiri atau antar bank, payroll, pembayaran tagihan dan pajak yang merupakan kebutuhan dasar pelaku industri SME juga tersedia.

Saat ini, tambahnya, layanan Cash Management telah membantu lebih dari 25 ribu nasabah perseroan dalam pengembangan bisnis. Pada tahun lalu, frekuensi transaksi finansial nasabah yang menggunakan layanan Cash Management tercatat sebesar 245 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp8 ribu triliun. Frekuensi dan nilai itu tumbuh masing-masing 28,7 persen dan 15,7 persen dari tahun sebelumnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

47 mins ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

3 hours ago

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

3 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

4 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

4 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

5 hours ago