Teknologi

Mandiri Capital Indonesia dan Saison Capital Perkuat Ekosistem Startup Fintech di Asia Tenggara

Jakarta– Mandiri Capital Indonesia (MCI) dan Saison International dan Saison Capital, menggelar konferensi fintech bertajuk ‘On The Axis: Reinventing Finance’. Acara ini merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat ekosistem startup fintech di Indonesia.

Saison International dan Saison Capital merupakan bagian dari Credit Saison, salah satu lembaga keuangan non-bank terbesar di Jepang dengan sejarah lebih dari 70 tahun, yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo.

Konferensi tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara institusi perbankan dan startup fintech yang terus berkembang. Dengan transformasi digital, kolaborasi antara startup fintech, institusi perbankan, dan regulator menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sambil mendorong inovasi berkelanjutan.

Kosuke Mori, CEO Saison International mengatakan, konferensi ini membahas perkembangan terkini dalam fintech, kemitraan strategis antara lembaga keuangan dan startup. Kemudian, strategi untuk kolaborasi yang efektif, serta upaya membangun masa depan kemitraan fintech yang kuat.

Baca juga: Begini Cara AFPI Ajak Masyarakat Pahami Perbedaan Pinjol dan Fintech Lending

“Acara ini dirancang sebagai platform diskusi mendalam mengenai ekosistem fintech. Di dalamnya, membahas berbagai tantangan, kisah sukses kerja sama antara institusi keuangan dan startup. Termasuk strategi efektif untuk membangun ekosistem keuangan yang tangguh dan kuat,” ujarnya, Jumat (13/9).

Selain itu, lanjutnya, konferensi ini juga mengeksplorasi potensi teknologi baru. Seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, open banking, serta pendekatan inovatif dalam menjembatani kesenjangan keuangan di seluruh Asia.

“Kami telah hadir di Indonesia sejak tahun 2015, dan berada di sini untuk jangka panjang. Meskipun industri keuangan Indonesia sangat dinamis dan terus berkembang, satu hal yang pasti adalah potensi pertumbuhan yang sangat besar. Bagi kami, mendorong kolaborasi di seluruh ekosistem keuangan dan bekerja sama untuk mendorong kemitraan yang kuat merupakan kunci untuk membuka potensi ini. Kami juga mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan tangguh di Indonesia,” ujar Kosuke Mori.

Konferensi ini difokuskan pada langkah pelaku industri dapat menavigasi perubahan sekaligus menjaga stabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi.

Ronald Simorangkir, Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia juga menegaskan pentingnya menciptakan sinergi yang kuat antara institusi keuangan dan startup fintech. Seiring dengan perkembangan industri fintech global, ia menilai bahwa disrupsi signifikan terjadi di berbagai sektor, mulai dari perbankan hingga investasi.

“Di sinilah peran penting regulasi dan inovasi harus seimbang. Kami di Mandiri Capital Indonesia berkomitmen untuk memfasilitasi kemitraan yang memungkinkan kolaborasi antara fintech dan bank. Tujuannya, menciptakan solusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.” ujar Ronald.

Menurut Ronald, perubahan yang cepat dalam sektor ini membuka peluang signifikan untuk mendorong inklusi keuangan. Terutama melalui kolaborasi strategis antara perusahaan fintech dan lembaga keuangan.

“Bentuk kerja sama seperti ini dapat menjadi penggerak dalam memperluas layanan keuangan ke komunitas yang kurang terlayani. Dan ini mendorong inovasi yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” terangnya.

Baca juga: Marak Serangan Siber, AFTECH: Perlu Ada Update Keamanan Teknologi di Industri Fintech

Konferensi On The Axis: Reinventing Finance bukan sekadar forum diskusi. Ronald mengemukakan, konferensi ini adalan sebuah platform dinamis yang mempertemukan para pemimpin industri, inovator, dan regulator.

Di sini, mereka saling bertukar pengetahuan, menjalin kemitraan, serta merumuskan strategi-strategi yang bisa diimplementasikan guna membentuk masa depan sektor keuangan.

“Dengan memanfaatkan wawasan dan kolaborasi yang tercipta selama konferensi ini. Kami yakin bahwa setiap pemangku kepentingan akan berperan penting dalam membangun masa depan keuangan yang lebih inklusif, kuat, dan tangguh,” pungkasnya. (*) RAL

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bukopin Finance Sabet Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, Bukti Brand Makin Solid

Poin Penting KB Bukopin Finance meraih Peringkat 1 TOP Corporate Brand 2026, mencerminkan meningkatnya kepercayaan… Read More

33 mins ago

Harga Plastik Melonjak Dampak Perang Iran, Apa Langkah Pemerintah?

Poin Penting: Harga plastik melonjak hingga 100 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku dari Timur… Read More

56 mins ago

Outstanding Pindar Tembus Rp100,69 Triliun, Tumbuh 25,75 Persen per Februari 2026

Poin Penting Outstanding pindar mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026, tumbuh 25,75% yoy. Risiko kredit… Read More

1 hour ago

Jumlah Investor Pasar Modal Maret 2026 Tumbuh 21,51 Persen jadi 24,74 Juta

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah investor pasar modal dalam negeri terus mengalami… Read More

2 hours ago

OJK Dorong Lembaga Jasa Keuangan Lakukan Asesmen Dampak Konflik AS-Iran

Poin Penting OJK mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi dampak konflik… Read More

2 hours ago

Transaksi Kripto per Februari 2026 Tembus Rp24,33 Triliun

Poin Penting Transaksi kripto Februari 2026 turun menjadi Rp24,33 triliun dari Januari Rp29,28 triliun, seiring… Read More

2 hours ago