News Update

Mandiri Bidik Pertumbuhan Bisnis KPR Sebesar 15%

Jakarta– Ditengah persaingan bisnis KPR perbankan nasional pada tahun politik saat ini, PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri) optimis dapat menumbuhkan angka penyaluran Kredit Pemilikan Rumah hingga double digit.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Senior Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Harry Gale pada saat diskusi media mengenai perkembangan bisnis KPR Mandiri di Plaza Mandiri Jakarta.

Harry mengaku akan terus menggaet nasabah milenial untuk dapat memiliki program KPR Mandiri dengan terus menghadirkan promo menarik.

“Proyeksi pertumbuhan bisnis KPR double digitlah kalau kita kisaran mungkin sekitar 15 persen dari tahun lalu,” ungkap Harry di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis 22 Febuari 2018.

Sebagai informasi, pada awal tahun ini Mandiri sendiri telah meluncurkan Promo Suku Bunga KPR Spesial 5,55 persen fixed 2 tahun pertama dan 6,55 persen fixed pada 3 tahun selanjutnya dengan tenor 8 hingga 20 tahun.

Baca juga: Genjot Bisnis KPR, Mandiri Punya Promo Suku Bunga 5,55%

Selain itu, untuk memeriahkan promo tersebut, Mandiri juga telah bekerja sama dengan 18 Developer rekanan unggulan untuk memberikan benefit lebih kepada Nasabah, antaralain subsidi suku bunga menjadi mulai dari 3,55 persen fixed 2 tahun pertama dan 6,55 persen fixed pada 3 tahun selanjutnya dengan tenor 8 hingga 20 tahun.

“Kalau kita lihat persaingan KPR ketat, nasabah itu mementingkan 3 hal proses cepat, suku bunga menarik murah, dan persyaratan yang simpel. Mengenai suku bunga menarik inilah mengapa kita membuat program ini,” tukas Harry.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2017 kemarin saja Mandiri telah berhasil menyalurkan kredit KPR sebesar Rp 39,7 triliun, atau tumbuh 11 persen (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp 35,8 triliun. Bila dikalkulasikan, Mandiri membidik angka penyaluran kredit sekitar Rp 45,6 triliun pada akhir tahun ini. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago