Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) terus memperkuat ekspansi di pasar kredit kepemilikan rumah (KPR). Untuk mendukung hal itu Mandiri bekerja sama dengan Debindo dan DPD REI DKI Jakarta menyelenggarakan Mandiri Property Expo 2018.
Acara ini untuk menginformasikan program KPR terbaru Bank Mandiri guna membantu masyarakat memiliki hunian pilihan di wilayah Jabodetabek dan kota besar lainnya.
Dalam ajang tahunan yang berlangsung pada 5 – 13 Mei 2018 tersebut, Bank Mandiri menawarkan program KPR suku bunga super promo 5,55% p.a. efektif 2 tahun pertama serta 6,55% p.a. 3 tahun selanjutnya, same day approval, serta Grand Prize 1 unit rumah.
Menurut Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, perhelatan ini digelar dengan mempertimbangkan masih prospektif nya sektor properti di Indonesia seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian Indonesia.
Baca juga: Penyaluran KPR Mandiri Capai Rp40,45 Triliun di Triwulan I-2018
“Selain ragam pilihan lokasi hunian, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan promo KPR yang menguntungkan dari Bank Mandiri, yaitu suku bunga super promo dan same day approval,” kata Susatyo di Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.
Dilanjutkannya, keterlibatan Mandiri pada event promosi tahunan dan program KPR menarik merupakan bagian dari strategi perseroan untuk merealisasikan target pertumbuhan bisnis KPR sebanyak dua digit pada tahun ini.
“Di event kali ini, kami berharap bisa membukukan pencairan Mandiri KPR di kisaran Rp400 Miliar. Nilai tersebut berasal penjualan properti dari 70 proyek milik 18 developer kerjasama peserta Expo,” kata Susatyo. (*)
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More