Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (Mandiri) pada tahun 2019 mengaku akan mencari pendanaan nonkonvensional yakni dengan penerbitan surat utang, baik dengan mata uang rupiah maupun redenominasi dollar.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan setelah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri. Dirinya pun menyebut, pihaknya akan menerbitkan surat utang hingga Rp40 triliun.
“Jadi kombinasi dari dua yang tadi Rp10 triliun di rupiah , dan US$ 2 miliar maksimum di US dolar. Jadi total kurang lebih jadi hampir Rp40 triliun untuk 2019,” jelas Panji di Jakarta, Senin 7 Januari 2019.
Baca juga: Mandiri Dorong BSM dan MTF Melantai di Bursa
Panji menjelasan, rencana tersebut sudah dimasukkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019. Nantinya surat utang redenominasi dolar berkisar US$ 0,1 miliar dolar hingga US$ 2 miliar.
Sementara untuk pendanaan dalam mata uang rupiah, Mandiri akan berencana menerbitkan surat utang seperti negotiable certificate deposit (NCD), atau pun REPO senilai hampir Rp10 triliun.
Melalui langkah tersebut Panji berharap, dapat meningkatkan angka DPK dan dapat menjaga likuiditas perbankan ditengah tren pengetatan likuditas.(*)
Poin Penting World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada 2026, turun… Read More
Poin Penting: Para pakar meminta RUU Perampasan Aset dibatasi untuk kejahatan serius dan fokus pada… Read More
Poin Penting Bank Amar fokus pada UMKM untuk memperluas akses pembiayaan digital dan mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting IHSG melemah tipis 0,15% ke level 7.268,03 pada penutupan sesi I perdagangan (9/4).… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik. Kenaikan… Read More
Oleh Paul Sutaryono PADA 25 Maret 2026, Mahkamah Agung telah resmi melantik Friderica Widyasari Dewi… Read More