Gedung Bank Muamalat Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) disebut ditunjuk untuk melalukan upaya penyelamatan pada bank syariah pertama Indonesia yaitu PT Bank Muamalat Tbk.
Menanggapi hal tersebut Plt Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) Sulaiman Arif Arianto secara tegas menyatakan tidak ada rencana untuk menyuntikan dana ke Bank Muamalat hingga saat ini.
“Sampai sekarang belum ada (rencana suntik dana). Belum ada memang. Kalau soal itu tanya kepada Kementerian BUMN,” jelas Sulaiman usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa 26 November 2019.
Bank Muamalat memang belum terlepas dari permasalahan keuangan. Langkah penyuntikan modal memang dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja Bank Muamalat. Pada Semester I, laba bersih Bank Muamalat hanya Rp5,08 miliar, anjlok 95 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp103,7 miliar.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI juga berencana membentuk panitia kerja (panja) untuk membahas persoalan Muamalat. Pembentukan panja dilakukan agar pembahasan dapat dilakukan mendalam bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di waktu sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menyampaikan, sejauh ini bank-bank BUMN terlihat minat untuk menanamkan modalnya ke Bank Muamalat. Meski begitu, ke depannya Komisi XI DPR tak akan menutup pintu jika ada investor asing yang ingin memperkuat modal bank syariah pertama di Indonesia itu.
“Asing boleh, BUMN boleh. Asal business to business, datang bukan karena kasihan. DPR mendorong OJK membuat keputusan yang tepat,” kata Fathan.
Fathan menambahkan, berdasarkan pembahasan selama ini, suntikan modal yang dibutuhkan Bank Muamalat sekitar Rp8 triliun. Hal itu menengok dari nilai rights issue Bank Muamalat yang bisa mencapai angka itu. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More