Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) mengkonfirmasi telah memiliki eksposur kredit senilai Rp2,2 triliun kepada produsen tekstil Indonesia yang juga anak usaha Duniatex Group, PT Duta Merlin Dunia Textile (DMDT).
Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas usai menghadiri acara pembahasan gangguan sistem Bank Mandiri bersama Ombudsman RI. Rohan menyebut angka eksposur kredit Rp2,2 triliun tersebut menyusut dari sebelumnya sempat mencapai Rp5,5 triliun.
“Total kredit eksposur kita sekarang Rp2,2 triliun dari sebelumnya Rp5 trliun pada 2015 sampai 2017 tadi karena memang memiliki policy untuk menurunkan kredit eksposur,” kata Rohan di Jakarta, Senin 29 Juli 2019.
Rohan menyebut, pengurangan kredit tersebut sebagai upaya untuk restrukturisasi dan sebagai upaya mengantisipasi melemahnya kinerja keuangan dari anak usaha duniatex tersebut.
“Aset duniatex untuk restrukturisasi dengan menurunkan dan jaminan ditambahkan, karena manajemen baru minta tambah jaminan,” ucap Rohan.
Rohan juga menyebut, pihaknya telag memiliki jaminan lebih dari dua kali lipat dari angka kredit yang berupa aset tetap (fixed asset), terhadap pinjaman Duniatex Grup.
Sebelumnya, PT Delta Merlin Dunia Textile mengalami gagal bayar (default) kupon obligasi selang empat bulan dari penerbitan obligasi senilai US$300 juta dengan kupon 8,625% per tahun pada Maret lalu. Dengan adanya kejadian tersebut, Standard and Poors (S&P) memangkas peringkat obligasi dolar bertenor lima tahun itu dari BB- menjadi CCC-. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More