Ilustrasi: Manajemen risiko. (Foto: istimewa)
Oleh Togi B. Girsang, Praktisi Manajemen Risiko, Tata Kelola, dan Kepatuhan
BAGI lembaga keuangan, khususnya perbankan, pengelolaan atau manajemen setiap risiko bersifat critical, mandatory, dan tetap flexible. Disebut critical karena seluruh aktivitas, baik operasional harian maupun bisnis utama, membutuhkan campur tangan berkelanjutan dari pimpinan, termasuk para risk owner, terutama untuk menjejakkan fondasi yang kuat, tak ada celah, dan terpantau berkelanjutan.
Lalu, mandatory; karena mengelola dana masyarakat, maka bank terikat dengan banyak regulasi, baik yang sudah diterbitkan maupun yang dalam tahap finalisasi. Sementara flexible ditunjukkan dari keleluasaan manajemen menentukan besar-kecilnya eksposur yang ingin diemban, tinggi-rendahnya risiko yang dikelola, dan rumit-sederhananya identifikasi risiko yang akan dikerjakan.
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More