Categories: Keuangan

MAMI : 1 Dari 5 Orang Memiliki Utang

Jakarta– Manulife Investor Sentiment Index mengungkap bahwa satu dari lima orang investor di Indonesia saat ini memiliki utang. Pengelolaan keuangan yang buruk dapat menyebabkan terjadinya tren perilaku berhutang di masa depan.

Rusli Chan, Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mengungkapkan, satu dari lima investor di Indonesia yang menjadi responden survei tersebut memiliki utang rata-rata Rp32 juta.

“Sebagian besar investor menyebut biaya kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup sebagai kontributor utama utang mereka,” kata Rusli di Jakarta, Kamis 4 Februari 2016.

Survei yang dilakukan Manulife tersebut mengungkapkan 38% investor berutang untuk kehidupan sehari-hari seperti makanan, utilities, transportasi, asisten rumah tangga, dll. Kemudian sebanyak 38% lainnya mengaku berutang untuk biaya kesehatan, 34% untuk gaya hidup, 28% untuk biaya pendidikan anak, dan 27% untuk sewa tempat tinggal.

“Survei ini mengungkap beberapa pola pengeluaran yang sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Pasalnya, lebih dari separuh investor (53%) menghabiskan 70% atau lebih penghasilannya setiap bulan, sementara 1 dari 10 investor menghabiskan lebih dari 90% penghasilan bulanan.

Meski kurang disiplin dalam pengelolaan keuangan, sebagian besar investor menyadari bahwa mereka seharusnyaa mengelola keuangan dengan lebih baik, dimana 59% investor berharap memiliki perencanaan investasi yang lebih baik. Secara spesifik, 25% investor menyesali keputusannya menyimpan dana tunai di tabungan atau deposito, sementara 28% lainnya menyesal tidak berinvestasi pada waktu yang tepat.

Meskipun menyesal menyimpan dana tunai di tabungan dan deposito dalam jumlah yang terlalu banyak, investor justru meningkatkan simpanan dalam bentuk sana tunai sejak tahun lalu. Simpanan dana tunai naik dari 30% pada kuartal empat 2014 menjadi 38% pada kuartal empat 2015.

Manulife Investor Sentiment Index didasarkan pada 500 wawancara online di Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Filipina serta wawancara tatap muka di Indonesia. Para responden adalah investor kelas menengah hingga atas, berusia 25 tahun ke atas yang menjadi pengambil keputusan utama dalam hal-hal terkait keuangan di rumah tangga dan saat ini sudah memiliki produk investasi.(*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

3 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

4 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

7 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

8 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

8 hours ago