Moneter dan Fiskal

Malaysia Siap Lepas dari Medium Income Trap, Indonesia Insya Allah Masih 2045

Jakarta – Banyak negara berusaha naik kelas menjadi negara yang rakyatnya sejahtera dengan pendapatan perkapita di atas USD13.845. Menurut data The Asian Post Research, setidaknya ada 90 negara yang berusaha lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah (medium income trap), sementara terdapat 23 negara yang rakyatnya merana karena memiliki pendapatan per kapita USD1.135 ke bawah.

Di Asia Tenggara hanya satu negara yang berstatus negara kaya yaitu Singapura. Malaysia dalam dua tahun ke depan diprediksi bakal melompat menjadi negara kaya karena pendapatan per kapita per medio tahun lalu telah mencapai USD13.034.

Baca juga: Visi Indonesia 2045: Langkah Strategis ke Depan

Sementara, Indonesia yang sudah sejak 1982 menjadi negara berpendapatan menengah masih terjebak dalam medium income trap karena sampai tahun lalu memiliki pendapatan per kapita USD4.919,7.

Pemerintah menargetkan Indonesia naik menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045 pas ulang tahun yang ke-100. Namun, itu pun masih bersifat asumsi jika rata-rata pertumbuhan ekonomi bisa mencapat 6% hingga 7% per tahun.

Sementara, pertumbuhan ekonomi sepanjang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014 hingga 2023 rata-rata hanya 4,11% per tahun. Artinya, Indonesia Insya Allah sudah menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045 jika pertumbuhan ekonomi di atas 6% per tahun.

Baca juga: Berpotensi Jadi Anggota OECD, Ini Keuntungan yang Didapatkan RI

Menurut perhitungan The Asian Post Research, Indonesia bisa lebih cepat keluar dari medium income trap pada 2038 kalau rata-rata pertumbuhan 7% per tahun. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi 7% yang pernah dijanjikan Jokowi pada kampanye politik 2014 tidak pernah terjadi, karena terhalang oleh sederet penyakit ekonomi yang tak terselesaikan seperti korupsi, inefisiensi birokrasi, dan suburnya rente ekonomi. Bahkan, kue pembangunan ekonomi yang tidak menetes ke bawah (trickle down effect) telah melebarkan gap antara yang kaya dan yang miskin. (*) KM

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

22 mins ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

35 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

38 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

49 mins ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

53 mins ago

BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More

1 hour ago