Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selepas konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk membeli salah satu anak usaha dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM.
“KUR untuk UMKM kan nggak semuanya dapet katanya ya, kita sedang melakukan strategi menghitung-hitung apakah kita bisa, pemerintah mengambil salah satu institusi finansial yang nanti kita kembangkan tugaskan langsung untuk menyalurkan kredit ke UMKM,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 4 Februari 2026.
Purbaya mengaku tengah melakukan diskusi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengambil alih salah satu unit usaha dari BRI.
Baca juga: BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025
“Kami sedang diskusi ke Danantara menanyakan apakah mereka bisa jual salah satu unit nya atau tidak,” ungkapnya.
Purbaya menyatakan ketertarikannya dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang merupakan anak usaha BRI dalam menyalurkan KUR khusus program pemerintah. Namun, ia mengaku hingga saat ini belum mendapatkan kepastian dari pihak Danantara.
“Saya tertarik sama PNM sebetulnya, tapi sampai sekarang belum dikasih sama Danantara. Jadi rencana saya akan pakai itu kalau dikasih sebagai penyalur KUR yang betul-betul, program pemerintah. Nanti (dari) BRI, saya mau beli kalau perlu,” ujarnya usai rapat dengan Komisi XI DPR RI.
Dia menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan setiap tahunnya hanya melakukan pembayaran subsidi bunga KUR hampir Rp40 triliun. Menurutnya, dengan anggaran Rp40 triliun tersebut, sebenarnya pemerintah sudah bisa mengucurkan KUR kepada UMKM dengan bunga rendah, namun hal ini jika pemerintah memiliki unit penyalur.
Baca juga: Cetak Sejarah! PNM Terbitkan Orange Bonds Pertama di RI, Segini Nilainya
“Saya setiap tahun sekarang bayar subsidi KUR bunga itu hampir Rp40 triliun uangnya hilang, kalau saya punya unit penyalur saya kasih Rp40 triliun setiap tahun dengan kasih kucuran bunga rendah ke nasabahnya ke KUR-nya,” ungkapnya.
“Dalam 4 tahun kan saya punya 1 bank kecil dengan modal Rp160 triliun itu udah besar dan bisa memberikan KUR yang lebih baik. Dan uang saya nggak hilang setiap tahun. Saya berpikir apakah saya bisa usahakan seperti itu. Saya mau beli dari Danantara, nanti kalau nggak ngasih kita naikin aja pajak dia,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More
Poin Penting Baru beroperasi sejak Desember 2025, BSN langsung memposisikan diri sebagai “Banknya Para Developer”… Read More