Market Update

Makmur Targetkan 2 Juta Investor hingga Akhir 2026

Poin Penting

  • Makmur menargetkan 2 juta investor hingga akhir 2026, dari posisi saat ini sekitar 1,3 juta pengguna.
  • Fitur investasi saham hasil kerja sama dengan OCBC Sekuritas menjadi pendorong utama pertumbuhan pengguna dan transaksi.
  • Nilai transaksi saham ditargetkan ratusan miliar dalam enam bulan, dengan pengembangan fitur lanjutan seperti margin dan e-IPO.

Jakarta – PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menargetkan jumlah investor atau pengguna aplikasi Makmur mencapai dua juta hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama Makmur, Sander Parawira, mengatakan saat ini Makmur telah memiliki 1,3 juta pengguna, dengan sekitar 700 ribu pengguna di antaranya telah lolos proses verifikasi data atau Know Your Customer (KYC).

“Mungkin targetnya tahun ini bisa jumlah yang udah download mungkin kita bisa targetin close ke dua juta gitu,” kata Sander kepada media dikutip, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca juga: Makmur Luncurkan Fitur Investasi Saham, Apa Saja Keunggulannya?

Untuk mendukung target tersebut, Makmur meluncurkan fitur terbaru berupa investasi saham melalui kegiatan Makmur Market On. Peluncuran ini merupakan hasil kemitraan strategis dengan OCBC Sekuritas.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah Makmur dalam menghadirkan pengalaman investasi saham yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi dalam satu platform.

“Nah, mungkin kalau di tahun ini dengan adanya fitur saham sih mungkin akan ada growth yang cukup signifikan ya. Jadi kan orang-orang yang mau berinvestasi saham, nah mereka bisa join gitu di Makmur,” imbuhnya.

Target Transaksi Ratusan Miliar

Selain mendorong pertumbuhan pengguna, Sander menyebut fitur investasi saham ditargetkan mampu mencatat nilai transaksi hingga ratusan miliar rupiah dalam enam bulan ke depan.

Ke depan, Makmur juga akan terus mengembangkan fitur investasi saham, termasuk fitur margin dan e-IPO.

Baca juga: Usai IPO, Homeco Victoria Makmur (LIVE) Bidik 50 Juta Konsumen di 2030

Saat ini, fitur saham di aplikasi Makmur telah dilengkapi berbagai layanan unggulan yang memungkinkan investor melakukan perdagangan saham sekaligus mengakses portofolio terkurasi dari para ahli yang telah diseleksi ketat oleh Makmur, termasuk Financial Advisor dan mitra Manajer Investasi.

Fitur Perdagangan Saham di Aplikasi Makmur

Beberapa fitur perdagangan saham yang tersedia di aplikasi Makmur antara lain:

  1. Day/Regular Trading, memberikan opsi pada investor untuk melakukan transaksi seperti day trading dan regular trading
  2. Trading Limit (BuyingPower), fitur yang memberikan nasabah kemampuan membeli saham dengan memanfaatkan fasilitas pembiayaan, tersedia untuk saham-saham likuid dan tertentu sesuai ketentuan
  3. Advance Order, fitur untuk membantu investor mengatur strategi transaksi saham secara lebih terencana melalui berbagai tipe order, meliputi market order, limit order, stop market order, stop limit order, dan trailing stop
  4. Order book analysis, menampilkan daftar antrian order beli dan jual saham pada setiap level harga secara real-time, sehingga investor dapat memantau dinamika permintaan dan penawaran di pasar
  5. Broker Information, yang memberikan tampilan broker summary, broker flow, dan broker distribution
  6. Curated portfolio, menampilkan portofolio terkurasi dari ahli setelah Investment Advisor dan Manajer Investasi diseleksi oleh Makmur. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

8 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

13 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

13 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

13 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

14 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

14 hours ago