Ilustrasi: Pergerakan pasar saham/istimewa
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup pada zona hijau di level 7.359,76 atau menguat 1,11 persen dari dibuka pada level 7.279,09 pada perdagangan hari ini (4/1).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 221 saham terkoreksi, 326 saham menguat, dan 221 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 17,17 miliar saham diperdagangkan dengan 1,21 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,87 triliun.
Baca juga: Top! OJK Sebut Kapitalisasi Pasar Saham Indonesia Tertinggi di ASEAN
Kemudian, seluruh indeks juga mengalami penguatan, dengan IDX30 menguat 1,61 persen menjadi 502,22, LQ45 menguat 1,57 persen menjadi 988,64, JII menguat 0,71 persen menjadi 546,98, dan SRI-KEHATI menguat 1,71 persen menjadi 442,14.
Hampir seluruh sektor juga mengalami penguatan, di antaranya adalah sektor transportasi menguat 2,30 persen, sektor keuangan menguat 2,13 persen, sektor energi menguat 1,71 persen, sektor siklikal menguat 0,89 persen, sektor non-siklikal menguat 0,73 persen.
Kemudian, sektor industrial menguat 0,60 persen, sektor bahan baku menguat 0,35 persen, sektor infrastruktur menguat 0,09 persen, dan sektor properti menguat 0,03 persen.
Sedangkan, dua sektor lainnya mengalami pelemahan yang ditunjukkan oleh sektor teknologi melemah 0,64 persen dan sektor kesehatan melemah 1,64 persen.
Baca juga: MAMI: Pemilu 2024 Bawa Dampak Positif Untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pasar Saham RI
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM), dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS).
Sedangkan saham top losers adalah PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX), dan PT PAM Mineral Tbk (NICL). (*)
Editor: Galih Pratama
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More