News Update

Makin Kompetitif, Industri Perbankan Perlu Segera Konsolidasi 

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai perbankan perlu segera berbenah dan beradaptasi, mengingat ketatnya kompetisi untuk menggaet nasabah baru. Salah satu caranya adalah dengan konsolidasi perbankan dan menambah modal.

Peneliti INDEF, Agus Herta Sumarto mengungkapkan, menurunnya kinerja perbankan disebabkan oleh adanya perubahan ekosistem perbankan dan perilaku nasabah. Munculnya fintech dan beralihnya perilaku nasabah menuju ke digital mau tak mau memaksa bank untuk beradaptasi untuk tetap bertahan.

“Sampai November 2019, pertumbuhan penyaluran dana di fintech P2P mencapai 186,67% (ytd) dengan nilai mencapai Rp74,54 triliun. Jangan sampai kinerja bank kalah dengan fintech, harus bisa beradaptasi,” ujarnya di Jakarta, 22 Januari 2020.

Di tempat yang sama, Peneliti Senior INDEF, Aviliani menilai konsolidasi atau penambahan modal diperlukan mengingat persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, bank-bank yang belum memenuhi modal minimum sebesar Rp3 triliun perlu segera mengambil sikap. Pilihannya adalah konsolidasi atau penambahan modal oleh pemilik.

Lebih lanjut dirinya berpendapat, penambahan modal ini nantinya akan memperkuat sistem perbankan yang ke depannya juga akan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional lebih baik lagi.

“Bank-bank harus segera mengambil sikap. Apakah memang mau akuisisi, merger atau memenuhi Rp3 triliun? 69 bank yang belum memenuhi Rp3 triliun, mau tak mau harus memenuhi permodalan tersebut. Menurut saya, konsolidasi ini dimaksudkan untuk memperkuat sistem perbankan karena sistem perbankan itu merupakan jantung ekonomi suatu negara,” pungkasnya. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Langkah Allianz Indonesia Dukung Kanal Distribusi Keagenan dan Bancassurance

Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More

36 mins ago

Pertama di Indonesia, BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar

Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More

59 mins ago

126.796 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan via Coretax per 12 Januari 2026

Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More

1 hour ago

Investor Simak! Ini Sektor yang Diproyeksi Moncer di Tahun Kuda Api

Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More

1 hour ago

IHSG Rebound, Dibuka Menguat ke Posisi 8.934

Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More

3 hours ago

Geopolitik Memanas, DBS Ungkap 2 Aset Investasi Paling Diuntungkan

Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More

4 hours ago