Jakarta–PT Reasuransi Maipark Indonesia (Maipark) mengandalkan produk asuransi gempa bumi dalam memeroleh pendapatan premi. Produk asuransi gempa bumi telah berkontribusi sebesar 90 persen, sementara sisanya berasal dari ikut serta risiko pasar, produk asuransi pertanian dan sebagainya.
Presiden Direktur Maipark Indonesia Yasril Y. Rasyid mengatakan, pada perolehan premi pada Juni 2017 yang mengalami kenaikan 10 persen dalam setahunan (yoy) berkat sumbangsih kenaikan sesi wajib gempa bumi per 1 April dari sebelumnya 15 persen menjadi 25 persen.
“Hal tersebut memang cukup berpengaruh sehingga premi Maipark naik, diharapkan hingga akhir tahun terus meningkat,” ujarnya di Permata Kuningan, Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.
Baca juga: Hingga Kuartal Dua, Maipark Kumpulkan Separuh Target Premi
Pihaknya juga optimistis, di kuartal empat nanti permintaan produk asuransi akan mengalami lonjakan tinggi, dan menjadi katalis positif untuk perusahaannya.
“Kita harus lebih kompetitif saat ini. Ke depan kita sedang me-review tarif asuransi gempa bumi dan sedang kita ajukan ke Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mudah-mudahan rate-nya bisa lebih kecil karena rate-nya saat ini masih terbilang besar dari pasar,” imbuhnya.
Yasril pun berharap, dengan adanya beberapa proyek baru yang rampung di tahun yang secara otomatis membutuhkan asuransi gempa bumi akan menjadi faktor pendongkrak perolehan premi Maipark hingga akhir tahun.
Sementara portofolio investasi Maipark kini 50-60 persen di deposito, 10 persen surat berharga Negara (SBN), 20 persen obligasi dan sisanya ditempatkan di saham. (*)
Editor: Paulus Yoga
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More