Keuangan

MAIPARK Beberkan Peluang dan Tantangan Penerapan Asuransi Wajib Bencana Alam

Poin Penting

  • MAIPARK dorong penerapan asuransi wajib bencana untuk lindungi masyarakat dan kurangi beban fiskal pemerintah.
  • Asuransi parametrik dinilai strategis karena mendorong mitigasi risiko dan kesadaran masyarakat terhadap bencana.
  • Tantangan utama adalah rendahnya literasi asuransi, sehingga perlu edukasi publik dan sinergi lintas sektor.

Jakarta – MAIPARK Indonesia menilai penerapan asuransi wajib bencana alam atau asuransi parametrik merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi bencana di Indonesia.

Strategic Planning and Risk Management Group Head MAIPARK Indonesia, Dr. Ruben Damanik, menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan memberikan pelindungan finansial yang merata bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia, meskipun tingkat literasi dan penetrasi asuransi saat ini masih tergolong rendah.

“Yang kedua, tentu akan mengurangi beban fiskal pemerintah juga. Karena sebagian risiko tersebut dapat dialihkan melalui mekanisme asuransi dan juga mekanisme reasuransi, termasuk dukungan industri asuransi nasional,” ujar Ruben dalam Media Workshop Allianz di Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca juga: Daftar 23 Asuransi Pemenang MAIPARK Award 2025, Siapa Saja?

Lebih lanjut, Ruben menambahkan bahwa keberadaan asuransi parametrik akan mendorong kedisiplinan masyarakat dalam melakukan mitigasi risiko.

“Dengan adanya asuransi wajib ini tentu akan diikuti juga ya, pastinya dengan persyaratan teknis seperti standar bangunan, tata ruang dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko,” imbuhnya.

Menurut Ruben, meskipun potensi manfaatnya besar, penerapan asuransi parametrik masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya kesadaran dan literasi masyarakat terkait asuransi.

Perlu Edukasi Publik dan Sinergi Antar Sektor

Untuk itu, edukasi publik secara masif perlu dilakukan agar masyarakat tidak memandang asuransi sebagai beban, melainkan sebagai alat perlindungan yang penting.

Baca juga: Maipark Bidik Ekuitas Rp2 Triliun pada 2028, Ini Strategi Lengkapnya

Di sisi lain, industri asuransi dan reasuransi nasional juga perlu memperkuat kapasitasnya, serta didukung oleh koordinasi lintas sektor antar kementerian, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, khususnya dalam menyusun dan menerapkan aturan turunan dari kebijakan asuransi wajib ini.

“Tapi peluang ini jauh lebih besar. Karena ini dapat melindungi masyarakat kita semua, sebagian besar kerusakan akibat gempa atau banjir itu yang paling berdampak adalah masyarakat. Melindungi masyarakat, mengurangi beban fiskal, dan juga memperkuat kemandirian bangsa kita terhadap risiko bencana ini,” tutup Ruben. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

3 mins ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

54 mins ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Melesat, Galeri24-UBS Kompak Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More

2 hours ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More

2 hours ago

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

12 hours ago