Jakarta – Kasus pinjol ilegal banyak memakan korban dan menjadi atensi istana. Presiden Joko Widodo akhirnya memerintahkan penindakan atas pinjol ilegal. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bercerita soal pentingnya keputusan politik dalam penindakan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Menurut Mahfud, kasus pinjol ilegal ini sebenarnya merupakan perjanjian perdata biasa. Sehingga suatu saat presiden banyak dapat laporan banyak masyarakat yang menjadi korban. Presiden pun memanggil Menko Polhukam dan Kapolri dipanggil minta untuk membahas persoalan pinjol ilegal tersebut.
“Saya bilang ini hukum perdata, tidak bisa ditindak. Presiden mengatakan masa orang sudah sebegitu jahat tidak bisa ditindak? Akhirnya kami berkumpul, ada OJK, BI, Kapolri, termasuk Kominfo. Kita katakan ini masuk ke kejahatan, karena istilahnya saja sudah ilegal. Maka dilakukanlah operasi besar-besaran. Ini menjadi contoh bahwa cara berpikir hukum harus berubah. Kalau kita mengikuti asas-asas yang itu terus, kita tidak bisa bertindak,” cerita Mahfud dalam Seminar Edukasi Pinjaman Online Legal atau Ilegal, Jumat, 11 Februari 2022.
Mahfud juga menegaskan, butuh keputusan politik untuk melakukan pemberatasan pinjol ilegal. Aturannya hukumnya bisa dibuat dengan sudah adanya preseden. Di lain sisi, cara pikir praktisi hukum, mulai dari hulu ke hilir seperti pengacara, dosen, sampai ke hakim untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi yang pesat menghasilkan inovasi, termasuk fintech. Nah itu yang menimbukan pinjol ilegal. Pinjol ilegal ini sebenarnya rentenir yang bertransformasi melalui digital. Pemerintah terus melakukan upaya bersama untuk memberantas pinjol ilegal,” tegas Mahfud. (*) Ari Astriawan
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More