Madusari Murni Resmi Masuk Bursa Dengan Kode MOLI
Jakarta – PT Madusari Murni Indah Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia hari ini dengan harga perdana saham Rp580 per lembar saham.
Dengan begitu perusahaan tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia pertama di tahun 2018 yang melantai di Bursa dengan kode emiten MOLI.
Direktur Utama Madusari Murni Indah, Arief Goenadibrata mengungkapkan dalam hajatannya ini pihak perusahaan melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
“Kami berharap, momentum IPO akan menjadi langkah awal bagi Perseroan dalam meningkatkan kinerja yang lebih baik, serta dengan dicatatkannya saham perusahaan maka manajemen akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan baik,” kata Arief Goenadibrata di Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018.
Baca juga: Madusari Tawarkan Harga IPO Dikisaran Rp500-Rp600 per Saham
Arif sendiri menambahkan pada masa penawaran umum sendiri, saham perusahaan tercatat mengalami oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (Pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.
Rencananya, dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan disalurkan Perseroan untuk 94,45% kepada Entitas Anak untuk meningkatkan kapasitas produksi Entitas Anak dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru, sedangkan sisanya akan disalurkan kepada Entitas Anak untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di daerah Jawa Timur. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More