Jakarta – Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Royke Tumilaar menjelaskan salah satu target utama peluncuran aplikasi super (super app) Wondr adalah untuk meningkatkan current account saving account (CASA) atau dana murah.
Berdasarkan laporan triwulan I 2024, BNI mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp770,61 triliun yang didominasi CASA sebesar RpRp539,94 triliun atau setara 70,07 persen.
“Salah satu pilar fundamental yang kita ubah, adalah platform retail kita ubah jadi super apps ini. Jadi, super apps ini bukan sekadar untuk kepentingan kita, tapi untuk nasabah juga,” terang Royke di sela-sela peluncuran aplikasi Wondr by BNI pada Jumat, 5 Juli 2024.
Baca juga:,BNI Luncurkan Super App Wondr, Apa Bedanya dengan BNI Mobile?
Royke sendiri tidak mengungkapkan target CASA yang ingin BNI raih. Namun, ia berharap kalau dana murah yang mereka peroleh bisa tumbuh perlahan. Jika saat ini berada di kisaran 70-an persen, maka diharapkan bisa meningkat menjadi 75, 80, dan seterusnya.
Lebih lanjut, Royke menekankan pentingnya CASA di tengah tingginya era suku bunga. Ia yakin, dengan CASA tinggi, perbankan bisa menghadapi segala macam situasi.
“Kalau CASA kuat, menghadapi ekonomi apapun, seperti saat ini suku bunga lagi tinggi. Kan, kita nggak selalu ikut-ikutan bunganya naik. Sehingga, kita landing-nya bisa lebih agresif lagi. Sekarang, kalau bunganya tinggi banget, kan landing-nya nggak gampang,” tutur Royke.
Baca juga: Superbank Dapat Suntikan Modal dari Grab, Singtel dan KakaoBank, Segini Nilainya
Sebagai penutup, aplikasi Wondr by BNI ditargetkan bisa mengalami pertumbuhan dari nasabah yang menabung di dalamnya. Royke sendiri mengharapkan di kisaran 20-30 persen.
“Saya sih pengen pertumbuhan tabungannya bukan hanya kencang di tahun ini. Semoga bisa (tumbuh) sekitar 20 persen sampai 30 persen lah. Tapi, ke depannya harus lebih baik lagi,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More