Jakarta – Bank UOB Indonesia terus berupaya mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya yang terkait dengan investasi di pasar modal, salah satunya dengan meluncurkan UOB Wealth Fair 2022.
President Director UOB Indonesia, Hendra Gunawan mengatakan, acara ini digelar untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengambil keputusan yang bijak saat melakukan investasi. Para wealth management team serta mitra UOB dapat membantu masyarakat untuk menganalisa kondisi keuangan mereka, termasuk menilai profil risiko.
“Penyelenggaran UOB Wealth Fair 2022 juga merupakan bagian dari komitmen UOB Indonesia dalam berkontribusi terhadap percepatan pemulihan ekonomi nasional. Saya harap acara ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 24 November 2022.
Menurutnya, jumlah investor dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, tentunya ini menjadi peluang bagi industri pasar modal di Indonesia. Seiring dengan hal tersebut, pemahaman terkait investasi di masyarakat juga meningkat.
“Melihat potensi (investasi) tersebut, UOB Indonesia menyediakan berbagai produk dan layanan yang disesuainan dengan kebutuhan tujuan keuangan dan profil risiko mereka,” terang Hendra.
Senada dengan Hendra, Wealth and Retail Liabilities Product Head UOB Indonesia, Vera Margaret mengungkapkan, UOB Wealth Fair 2022 dapat membantu para nasabah mencapai tujuan finansial mereka dengan menghadirkan sejumlah produk dan layanan kekayaan (wealth management) bagi para nasabah.
“Di UOB Indonesia, kami memahami kebutuhan finansial para nasabah dan kami menawarkan kepada mereka solusi yang sesuai untuk mengoptimalkan portofolio kekayaannya,” kata Vera. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More