Jakarta – Dalam rangka menjawab era digital dan memperkuat delivery platform, PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) terus mempersiapkan diri bersaing pada industri 4.0.
Beberapa pengembangan dan invoasi berbasis digital telah Askrindo lakukan untuk menuju digitalisasi bisnis, seperti yang dilakukan pada hari ini, yakni melakukan soft launching New Corporate Portal Askrindo serta memperkenalkan beberapa sistem berbasis teknologi informasi lainnya yang mempermudah proses bisnis antara lain, Askrindo Core System (ACS), Customer Relationship Management (CRM) dan Askrindo Internal Rating (AIR).
Askrindo mengembangkan corporate portal yang dapat memberikan informasi terkait produk, manajemen, pencapaian, kegiatan dan kedepan juga akan menjadi salah satu digital channel kami untuk penjualan produk serta pengajuan klaim, selain aplikasi mobile Digiask yang sudah diimplementasikan.
Direktur Utama Askrindo, Andrianto Wahyu Adi mengemukakan bahwa soft launching new coroporate portal yang kami lakukan hari ini telah menunjukkan bahwa Askrindo sebagai perusahaan asuransi telah siap bersaing di Era digital.
“Kami berupaya terus menerus melakukan pengembangan dan inovasi terutama dalam hal digitalisasi, soft launching new corporate portal ini menandakan bahwa kami telah siap untuk bersaing di era industri 4.0 yang serba digital dan bergerak sangat cepat,”ujarnya di Graha Askrindo, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2018.
Selain soft launcing new corporate portal, Askrindo juga memperkenalkan beberapa inovasi perusahaan dalam hal digitalisasi proses bisnis, seperti Askrindo Core System (ACS), Customer Relationship Management (CRM), serta Askrindo Internal Rating (AIR).
Andrianto menambahkan, ACS yang dimiliki Askrindo yakni, sistem berbasis web yang menunjang proses operasional bisnis asuransi pada askrindo yang mengakomodir proses akseptasi, klaim, subrogasi, reasuransi, dan keuangan.
“ACS adalah sebuah platform teknologi yang kita bentuk guna memudahkan customer bertransaksi, mulai dari transaksi polis hingga proses di keuangannya, semua akan dilakukan secara digital,”ucapnya.
Lebih lanjut dirinya memaparkan, ACS telah menggunakan teknologi terbaru dan mengusung konsep microservices yang akan memudahkan untuk diterapkan dan di-integrasi-kan pada aplikasi lainnya. Per bulan Juli 2019 lalu Askrindo sudah melakukan implementasi ACS untuk seluruh cabang Askrindo dan proses penyempurnaan akan terus dilakukan hingga pertengahan tahun 2020.
Jika sebelumnya proses pengajuan permohonan polis hingga terbitnya polis belum semua tersistemkan. Serta kurangnya monitoring terhadap customer-customer yang pernah mengajukan akan tetapi di tolak masih dilakukan secara manual serta masih menggunakan bentuk narasi yang berakibat terdapat perbedaan penilaian antara analis satu dan lainnya, saat ini, Askrindo telah memperkenalkan Askrindo Internal Rating (AIR).
“Berkat sistem Askrindo Internal Rating, kita telah menemukan solusi terkait analisa risiko kredit dan suretyship berbasis internal rating secara mudah dan lengkap sehingga kita dapat memonitoringnya lebih sistematis,”jelasnya.
Dalam bidang marketing, askrindo juga melakukan inovasi dan mengembangan sistem Customer Relationship Management (CRM), yakni sebuah sistem informasi terintegerasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas pra penjualan dan paska penjualan. CRM menjadi sebuah invoasi terbaru Askrindo dalam mewujudkan kegiatan marketing yang efektif dan efisien dengan berbasis aplikasi.
“Kami meyakini bahwa era digitalisasi khususnya di bidang Asuransi adalah sesuatu yang harus dijawab dengan perencanaan dan langkah-langkah yang cepat dan berkesinambungan untuk selalu dapat mendorong pertumbuhan bisnis. Askrindo juga memiliki tantangan untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi dengan pihak regulator, mitra perbankan, mitra asuransi lain, e-commerce, fintech, insurtech, nasabah prioritas dan mitra bisnis lainnya,” jelasnya. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More